Diduga Unggah Status Provokasi, Disdik Tanggamus Panggil Oknum Kepsek

HOME HUKUM & KRIMINAL Tanggamus

TANGGAMUS (MDSNews) — Dinas Pendidikan kabupaten Tanggamus memanggil oknum salah satu kepala sekolah negeri , panggilan merupakan buntut dari unggahan status di akun Facebook pribadi miliknya yang diduga mengandung kalimat bernada provokasi . Pemanggilan berlangsung pada Kamis 1 Oktotober 2020. Senin (05/10/20)

Helpin Rianda.MM, Kabid Ketenagaan Disdik Tanggamus membenarakan atas pemanggilan tersebut.

” Langsung gerak cepat, setelah saya tahu malam itu, langsung saya telepon,” kata beliau ke oknum tersebut.

Dan menurutnya hal itu ada indikasi propoganda, dan secara tidak langsung menembak Bupati, disaat Bupati sedang gencar-gencarnya mensosialisakan bahaya corona virus desaese ninetine (Covid-19) di Kabupaten Tanggamus malah ada seorang pejabat publik yang melalui medsos menyampaikan hal-hal yang sepatutnya tidak di lakukan .

” Saya bilang kan, ini bisa, dapat menjadi propoganda, ini kan menembak Bupati,” terangnya.

Berikuta kata-kata yang ia sampaikan melalui akun pribadinya dengan nama aku “Sucipto Cip”

Satu terpapar….
Seribu yg lapar…
Banyak yg terdampar…
Ada yg tepar….
Ooo kebijakan yg tak wajar….
Coba sedikit pintar…
Biar yg gak terpapar….
Tidak mati lapar….

Antara Pro dan Kontra dalam menanggapi status tersebut pun disampaikan para netizen.

Pada akun Baris Padminto:
Ya kalau mau nekad nggak ikut aturan juga boleh. cuman nanti korbannya mungkin bisa keluarga kita jadi sebaiknya ikuti aturan. salam sehat semuanya aamin.

Atau akun dari Nasrullah;
Ya terlalu cepat ambil keputusan yg belum positip jdi pukul rata.

Dari beberapa kata yang di sampaikan nyaitu, seakan tak terima akan kebijakan yang di ambil, dari itu ia melampirkan foto kondisi pasar yang sepi di duga pasar Talang Padang, yang pada saat itu nota bene sedang di lakukan penutupan sementara, selama tiga hari, karena diduga adanya seorang pedagang dinyatakan positive terkena virus Covid-19, dan telah di lakukan isolasi di Rumah Sakit Bathin Mangunang.

Dari hal juga indikasi adanya propofokasi ke pengguna medsos, akibat kebijakan tersebut banyak nya yang kelaparan, dan ada tepar.

Dan saat berita ini di turun kan memang benar tulisa tersebut telah di hapus seperti yang disampaikan Kabid Ketenagaan, bahwa dari pengakuan beliau tulisan tersebut telah ia hapus.

Dan hari itu Kamis 05 Oktober 2020 oknum tersebut menandatangani surat pernyataan, bahwasanya ia tidak akan mengulangi, seperti yang di sampaikan Helpin di ruangannya pada saat awak media, dengan dasar tidak memberikan suatu “penjustice an”.

Aneh memang, sebuah tindakan yang semestinya tidak perlu terjadi, apa lagi di lakukan oleh seorang tenaga pendidik dan juga kepala sekolah, yang se-patut nya memberikan contoh yang baik untuk masyarakat, bukan malah sebaliknya.

Dan kembali menimbulkan sebuah pertanyaan tanggapan dengan begitu datar dari Disdik, tanpa ada sanksi yang pasti, membuat masyarakat bertanya-tanya bahwa Disdik Tanggamus terkesan melindungi si Oknum .

” Kau buat surat pernyataan diatas materai biar dan kalau terulang lagi silahkan di sanksi. Kehilafan seseorang tidak langsung kita justice, apa sih motifnya, sebenarnya dia tidak punya motif dari pengakuan dia,” katanya. (Erwin).

 6,020 total views,  2 views today