Home / HOME / GPP Covid-19 Pesawaran Gelar Sosialisasi Pemahaman Protokol Kesehatan di Bunut

GPP Covid-19 Pesawaran Gelar Sosialisasi Pemahaman Protokol Kesehatan di Bunut

PESAWARAN (MDSnews) – Tim Sosialisasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Pesawaran mengingatkan kepada setiap aparat desa agar selalu memberikan pemahaman terkait protokol kesehatan kepada masyarakat dalam rangka mencegah penyebaran pandemi Covid-19 di kabupaten setempat.

Hal tersebut disampaikan Ketua tim sosialisasi Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pesawaran Letkol Kav Robinson Octavianus Bessie yang diwakili oleh Kapten Inf Sugeng Pamudji, ketika melakukan sosialisasi di Desa Bunut, Kecamatan Way Ratai, Rabu (20/5).

“Kita sebagai aparat dan tim gugus tugas dari pemerintah harus sering menghimbau masyarakat, agar lebih faham, bagaimana cara pencegahannya, seperti rajin cuci tangan, menggunakan masker dan mengikuti apa yang dianjurkan pemerintah, dan intinya jangan bosan kita memberikan himbauan,” jelas dia.

“Kita semua ingin hal yang sama, agar pamdemi virus covid19 ini segera berakhir, jadi intinya adalah hidup disiplin dan meningkatkan kesadaran masyarakat, karena banyak hal buruk yang terjadi jika virus ini bertahan, dimana dampak ekonomi semakin terasa dan kriminalitas meningkat, jadi kita bersama-sama mengikuti apa aturan dari pemerintah,” tambah dia.

Sugeng juga mengapresiasi Warga Desa Bunut yang menurutnya memiliki tingkat kesadaran yang baik dalam mencegah penyebaran Virus Covid-19 ini. Hal tersebut tercermin dari banyaknya masyarakat yang sudah menggunakan masker dalam setiap kegiatannya sehari-hari.

“Kalau saya perhatikan saat pembagian masker dan sabun cuci tangan di Pasar Bunut, masyarakatnya sudah baik, sebagian besar sudah pakai masker, tetapi para pengendarayang tampak melintas terlihat masih kurang sadar tak pakai masker, dan contoh itu yang perlu kita terus tingkatkan sosialisasi di tingkat desa,” kata dia.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kominfo, Isroni Mihardi, yang juga sebagai anggota tim sosialisasi GTPP, dimana menurutnya aparat tim GTPP baik tingkat kabupaten maupun kecamatan dan desa, harus cerewet dan terus mengingatkan masyarakat terkait protokol kesehatan.

“Dalam keadaan seperti ini, memang kita harus cerewet, ingatkan terus masyarakat, karena memang kita kerjanya begitu, kalau ada yang bandel, ya kita ingatkan lagi,” jelas dia.

Ditambahkan dia lagi, saat ini sudah mendekati hari raya idhul fitri, warga yang dari luar daerah apalagi dari pulau Jawa yang datang ke daerah harus diisolasi, dan ini tidak boleh tebang pilih.

“Kepada camat dan kades jangan ada rasa tidak enak kepada masyarakat, jika ada yang datang dari luar daerah yang zona merah diisolasikan, karena memang keadaanya seperti ini, karena kita tidak tau, apakah dia terjanhkit virus atau tidak,” ucap dia.

Isroni juga mengingatkan agar tidak ada kerumunan masyarakat, dan dalam waktu dekat hari raya idhul fitri, kegiatan yang sering dilaksanakan yakni sholat ied, dan MUI sudah mengeluarkan fatwa, yang menghimbau masyarakat melakukannya di rumah saja.

“Jadi ini sudah ada himbauan dari MUI, agar bisa sholat ied di rumah, jadi itu tergantung kita menyikapinya, karena saat ini ada orang tanpa gejala (OTG) dimana dia bisa menularkan virus dengan kondisi fisiknya yang sehat,” tutur dia.

Diketahui, Tim Sosialisasi GTPP melakukan sosialisasi di Pasar Bunut dan Balai desa stempat, dan membagikan masker serta sabun cuci tangan kepada masyarakat yang ada di pasar dan di Balai Desa. (ref/ram)

About MedinasLampungNews

Check Also

Pekon Bandar Baru Bagikan 139 Kepala Keluaraga Penerima BLT

LAMPUNG BARAT (MDSnews) – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat pekon Bandar Baru kecamatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *