Sabtu , Juli 4 2020
Home / Bandar Lampung / Gubernur Arinal Didampingi Sulpakar Bersama Kapustekom Launching Aplikasi SaS Lampung Berjaya

Gubernur Arinal Didampingi Sulpakar Bersama Kapustekom Launching Aplikasi SaS Lampung Berjaya

image_pdfimage_print

BANDAR LAMPUNG (MDSnews) – Pemerintah Provinsi Lampung bekerjsama dengan pihak Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekom) Kemendibud, resmi luncurkan Aplikasi Smart School (SaS) Lampung Berjaya. Peluncuran Aplikasi tersebut berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lampung. Senin, 16/12/2019.

Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Sulpakar bersama Kapustekkom Kemendikbud RI, Gogot Suharwoto, dalam kesempatan itu juga dilangsungkan agenda puncak resepsi Hari Guru Nasional (HGN), HUT PGRI ke-74 Tahun 2019, dengan mengusung tema “Pendidikan Bermutu Lampung Berjaya”. Sekaligus memberikan Piagam Penghargaan dan Tali Asih kepada para guru atas dedikasinya terhadap pembangunan pendidikan di Provinsi Lampung.

Di sampaikan Gubernur Arinal Djunaidi bahwa, Smart School ini merupakan program gagasan Gubernur Arinal Djunaidi, didasari adanya tantangan perubahan paradigma pendidikan yang saat ini sarat akan perkembangan teknologi dan mengharuskan sekolah harus berbenah diri.

Perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk layanan pendidikan terutama dalam layanan inovasi pembelajaran di kelas. Aplikasi ini harus difasilitasi untuk mencapai pendidikan lebih baik lagi di Provinsi Lampung.

“Aplikasi Smart School Lampung Berjaya ini nantinya dapat diakses bagi siswa maupun guru melalui portal website smartschool.lampungprov.go.id.,”ujar Arinal.

Gubernur Arinal menjelaskan, Smart School merupakan suatu konsep sekolah yang berbasis teknologi yang digunakan dalam proses pembelajaran di kelas.
Penggunaan teknologi pendidikan mencakup suatu sistem integrasi yang membantu komunitas pendidikan dalam menjalankan fungsinya masing-masing dengan tujuan mengembangkan potensi peserta didik.

Dalam era Industri 4.0 menjadi tantangan tersendiri dalam perubahan tatanan kehidupan di abad 21, tidak terkecuali dalam dunia pendidikan.

“Untuk dapat mengarungi zaman baru dengan piranti pintar yang saling terhubung satu dengan lainnya, dibutuhkan kemampuan manusia yang juga berubah. Kehadiran era industri 4.0. membawa konsekuensi pada hadirnya pendidikan 4.0,”jelasnya.

Keterampilan abad 21, Arinal menambahkan, harus memiliki pondasi dasar berupa enam literasi dasar (baca tulis, numerik, sains, teknologi, finansial dan budaya) dan enam kualitas karakter yang dibutuhkan (inkuiri, inisiatif, kegigihan, adabtibilitas, kepemimpinan dan kesadaran budaya dan sosial).

Perubahan paradigma pembelajaran dari pembelajaran yang berpusat pada guru menuju perubahan pembelajaran yang berpusat pada siswa, maka sekolah harus segera berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang ada saat ini.

Terlebih saat ini, Provinsi Lampung sedang giat membangun dan mengacu kepada RPJMD 2019-2024 fokus Pembangunan di Provinsi Lampung yakni sektor pendidikan.

Diingatkan bahwa, pendidikan adalah ikhtiar fundamental dan kunci untuk kita dapat memajukan bangsa. Visi Pemprov saat ini yaitu Rakyat Lampung Berjaya dan melaksanakan program prioritas Peningkatan Kualitas Pendidikan Dasar, Menengah dan Tinggi akan terus kita tingkatkan, baik itu kualitas SDM, pemerataan dan akses pelayanan pendidikan.

Maka itu berharap adanya perubahan mindset pengelola pendidikan di berbagai tingkatan dalam memperbaiki tata kelola pendidikan utamanya tata kelola guru.

“Berbagai persoalan pendidikan kiranya dapat diurai melalui tata kelola guru yang jelas, sistematis, dan komprehensif. Saat ini, terjadi kekurangan guru bidang studi terutama di Kabupaten/Kota, khususnya di pendidikan dasar dan di SMK, dan ini menjadi PR kita bersama baik Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota,”imbuhnya.

Sebelumnya, dalam laporanKadisdikbud Provinsi Lampung, Sulpakar menyampaikan bahwa, aplikasi ini diwujudkan untuk memecahkan masalah belajar atau memfasilitasi kemudahan untuk belajar, guna meningkatkan kinerja pengguna teknologi berbasis internet dalam bidang pendidikan.

Aplikasi ini merupakan suatu konsep sekolah berbasis teknologi yang digunakan dalam proses belajar mengajar yang memuat fitur pembelajaran abad 21 yakni e -administrasi dan konten karya guru. Selain itu terdapat fitur sumber belajar, bank soal, laboratorium maya dan kelas digital.

Sulpakar menghimbau agar seluruh sekolah, baik guru maupun siswa menggunakan aplikasi ini secara aktif, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung telah membentuk operator Provinsi dan Kabupaten/Kota, operator sekolah, guru penggerak serta siswa penggerak.

Sampai saat ini, secara statistik pengguna aplikasi Smart School Lampung Berjaya yakni untuk pengguna sekolah telah mencapai 1.756 sekolah dari 2.362 sekolah, baik tingkat SMP, SMA/SMK.

“Kemudian, untuk kelas pengguna yakni sebanyak 651 kelas, lalu guru aktif pengguna sebanyak 2.413 guru dan siswa pengguna sebanyak 5.521 siswa,”pungkasnya.

Sementara itu, Kapustekkom Kemendikbud RI Gogot Suharwoto menyampaikan rasa bangganya terhadap Provinsi Lampung, karena menjadi Provinsi ke- 3 di Indonesia yang me-launching program aplikasi Smart School.

Tentunya hal ini, pihaknya siap mendukung sepenuhnya pelaksanaan aplikasi Smart School Lampung Berjaya di Provinsi Lampung termasuk dari segi infrastruktur.

“Kami siap meningkatkan SDM baik guru, kepala sekolah, pengawas dan operator seluruh Provinsi Lampung dalam penggunaan aplikasi ini, kami siap untuk melatih semua guru yang ada di Provinsi Lampung. Pertama kita harus siapkan gurunya, karena guru penggerak inilah yang akan menggerakan semua insan pendidikan untuk memanfaatkan aplikasi ini,”ungkapnya. (Humas Prov Lampung)

About MedinasLampungNews

Check Also

Anggota DPRD Apresiasi Pemkab Lamsel Terkait Penanggulangan Covid-19

Lampung Selatan (MDSNews) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Selatan dari Partai …