Jelang Pelaksanaan PON, Ketum KONI Sebut ‘Pengantin’ Dipingit

DAERAH HOME LAMPUNG Olahraga PROVINSI

BANDAR LAMPUNG (MDsnews) – Sebulan menjelang perhelatan akbar Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX Papua 2021, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung, Prof DR Ir M. Yusuf Sulfarano Barusman MBA, menegaskan bahwa saatnya para “pengantin” mulai dipingit.

Istilah pengantin oleh Yusuf Barusman diberikan untuk seluruh Atlet Lampung yang akan segera berlaga di Papua dalam waktu dekat. Bahkan ada cabang olahraga yang segera melakukan pertandingan pada 19 September 2021.

“Saya merasa ini penting dimengerti semua pihak, terutama pelatih dan atlet Lampung. Bahwa waktu sudah sangat dekat dan tentunya ketegangan dimasing-masing atlet sudah terasa saat ini. Bahkan mungkin seluruh atlet se Indonesia yang akan turun di PON nanti semua dalam keadaan tegang. Maka perlu ada tindakan yang secara mental dilakukan, dan salah satunya dipingit,” kata Yusuf.

Intinya, kata Yusuf, semua atlet saat ini harus dibantu agar konsenterasinya tinggi, tidak stress dan tetap enjoy menghadapi event besar ini.

“Ya tidak dipungkiri, bahwa para duta-duta olahraga kita ini sudah mulai berfikir pertandingan dan beberapa diantaranya memasuki masa sulit dalam tekanan mental. Maka kita harus bantu mereka, jangan dibebani dengan persolan yang lain-lain,” tambah Yusuf.

Semua komponen kontingen tolong bekerja sesuai tupoksinya masing-masing, jangan sampai saling mengurusi pekerjaan yang bukan urusannya.

“Buat suasana ini jauh lebih kondusif. Saatnya kita bergandeng tangan dan merapatkan barisan untuk tujuan bersama, mengembalikan kejayaan olahraga Lampung ini,” ungkap Rektor Universitas Bandarlampung itu.

Yusuf mengambil falsafah lama, dengan dipingit itu dengan banyak tujuan positifnya terhadap para atlet yang akan berlaga dan mempunyai tanggungjawab berat.

“Dipingit itu hanya istilah saja, artinya sejak saat ini jangan ketemu dengan orang-orang yang diluar lingkup cabor sendiri. Tak perlu keluar dengan situasi banyak orang yang apalagi tidak dikenal, misalnya harus ke Mall, ke Pasar acara-acara yang sifatnya massal. Dibatasi interaksinya agar jauh lebih aman. Situasi Pandemi masih mengintai bagi yang abai prokes. Maka harus berhati-hati,” tambahnya.

Dipingit mempunyai makna agar semua atlet bisa konsenterasi, memupuk kepercayaan diri dan menyiapkan mental bertandingnya dengan baik tanpa gangguan persoalan lain, yang terpenting menghindari bahaya yang kemungkinan tertular virus corona yang saat ini masih menjadi perhatian di seluruh provinsi di Indonesia.

“Ya doanya kita semua sehat dan negatif virus corona. Semua sehat dan bisa bertanding dengan kekuatan yang penuh dan kemampuan yang maksimal. Aamiin.” Ujar Yusuf.

Yusuf mengimbau juga kepada para pelatih untuk dengan ketat mengawasi dan menjaga atletnya sepanjang persiapan akhir ini. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *