Putus Mata Rantai Covid-19, Rutan Kelas IIB Beri Asimilasi 55 Warga Binaan

HOME HUKUM & KRIMINAL Lampung Utara

LAMPUNG UTARA (MDSnews) – Rumah Tahanan Kelas IIB Kotabumi memberikan Asimilasi 55 warga binaan yang memenuhi syarat untuk mendapatkan hak Asimilasi. Dari 55 warga binaan yang mendapat kan hak Asimilasi itu guna memutus dan mencegah dan penanggulangan penyebaran virus corona (covid-19)

Menurut Kepala Rutan Kelas IIB Kotabumi, Mukhlisin Fardi, yang didampingi Kasubsi Pelayanan Ketahanan, Sabar Anjungan Padang, mengungkapkan pada tahun 2021 bulan Desember Rutan Kelas IIB Kotabumi akan merumahkan 83 warga binaan.

“Hari ini kita laksanakan Asimilasi perpanjangan dari Peraturan Kemenkumham nomor 24 tahun 2021, sebanyak 55 orang warga binaan. Dan alhamdulillah kita data sampai dengan akhir Desember 2021 kurang lebih mencapai 83 orang,” Ungkap Karutan Mukhlisin. Senin (19/7/2021).

Ia menambahkan dalam aturan itu sudah diatur apa hukuman yang masuk dalam Asimilasi. Aturan itu sendiri telah mengatur tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Hukum Hak Asasi Manusia Nomor 32 tahun 2020 tentang syarat dan tata cara pemberian asimilasi, pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas, dan cuti bersyarat bagi narapidana dan anak dalam pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.

“Kami berpesan kepada mereka dan Keluarga dalam menjalani asimilasi ini agar jaga kelakuan dan jangan melanggar, kalau melanggar akan dijemput kembali oleh kepolisian dan menjalani sisa hukuman yang ada dan ditambah dengan pidana baru. Harapan kita tidak berbuat pidana kembali, dan kembali di masyarakat,” Imbuhnya

Sementara itu Ditempat yang sama, Kasubsi Bimbingan Klien Dewasa Bapas Kotabumi, M.Amran .F mewakili Kepala Bapas Welli, mengatakan, Asimilasi ini Bapas akan melakukan pembinaan warga binaan hingga habis masa tahanan.

“Jadi setelah kita menerima warga binaan yang sudah bebas asimilasi dari Rutan, kita akan melakukan pembinaan sampai dengan masa pidana mereka berakhir. Kita terus mengawasi mereka dengan wajib lapor yang diwajibkan kepada mereka bisa seminggu sekali atau sebulan sekali, jika tidak berkelakuan baik kita kan minta pencabutan kembali simulasi ini,” pungkasnya.(Rama/Yn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *