Pringsewu (MDSnews)–Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Pringsewu, Lampung fokus terhadap di mulainya pendidikan dan latihan (diklat) Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Kabupaten Pringsewu.
Drd Ahmad Suhairi Asisten I Pemkab Pringsewu ketika membuka diklat Paskibraka, meminta para anggota Paskibraka untuk serius dan disiplin mengikuti seluruh materi yang disampaikan.
“Paskibraka mengemban tugas negara. Karena itu, teruslah menjaga disiplin, simak dan pahami seluruh materi yang diberikan dalam diklat,agar tugas mengibarkan bendera pusaka pada upacara HUT Kemerdekaan Repbublik Indonesia ke 73 di Kabupaten Pringsewu berjalan sukses,” harapnya.
Sementara Yanwir Sekretaris Disparpora Pringsewu mengatakan, Diklat Paskibraka mulai berlangsung sejak tanggal 10 sampai 18 Agustus 2018. “Diklat ini kita pusatkan di Wisma Perdana Pringsewu, Diikuti 33 anggota Paskibraka,”ungkapYanwir, Jumat (10/08/18).
Lanjutnya, Para anggata Paskibraka itu terdiri dari 17 putra dan 16 putri. Mereka merupakan para pelajar SMA/SMKA sederajat yang lolos dalam seleksi calon anggota Paskibraka tahun 2018 tingkat Kabupaten Pringsewu.
“Diklat ini memantapkan persiapan mereka (Anggota Paskibraka) untuk melaksanakan upacara bendera peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus mendatang tingkat Kabupaten Pringsewu,”ucapnya.
Yanwir menambahkan, tim Pelatih Diklat Paskibraka itu berasal dari unsur TNI/ Polri dibantun anggota Purna Paskibraka.
Diklat ini sungguh sangat berarti bagi sebuah pembentukan karakter, watak dan kedisiplinan dan kemampuan mereka untuk menjadi pasukan pengibar bendera pusaka secara baik dan menjadi kebanggaan keluarga, sekolah, daerah asal dan masyarakat semuanya, ” ujarnya.
Dilanjutkan Yanwir, pada saatnya nanti mereka diharapkan sudah padu menjadi satu kesatuan untuk menaikan dan menurunkan bendera pusaka saat upacara HUT ke-73 RI di kabupaten pringsewu, pada 17 Agustus 2017.
“Ini kesempatan baik bagi mereka bahwa Paskibraka bukan hanya sekedar fisik dan baris berbaris tapi mereka ditempa secara mental untuk bersatu dalam perbedaan. Mereka berasal dari berbagai macam agama, suku, ras, dan bahasa berkumpul di sini untuk menyatukan niat dan langkah dalam rangka mengibarkan Sang Saka Merah Putih,”tutupnya.
Reporter : Nanda Trijaya
Editor : Bulloh