TUBABA,(MDSnews)–Dinas Peternakan (Disnak) kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) mengharapkan dukungan dan peran aktip masyarakat dalam mensukseskan Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) tahun 2019 yang memasuki tahun ketiga yang merupakan program nasional Direktorat Pembibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia.
Kepala Dinas Peternakan Tubaba drh. Nazaruddin, di dampingi Kasi Perbibitan Waras Sudirman, S.Pt kepada Medinas lampungnews.co.id, selasa (12/3/2019) mengatakan bahwa, peran aktif masyarakat menjadi salah satu penentu suskesnya program Upsus Siwab tahun 2019 di daerah yang berjuluk Bumi ragemsai mangei wawai Tubaba.
“Peran aktif seperti apa yang kami inginkan, yakni laporan dari masyarakat. Tidak hanya mengenai Sapi yang siap bunting, Sapi yang terindikasi mengalami gangrep (gangguan reproduksi) juga bisa di laporkan kepada kami ataupun petugas di lapangan,”harapnya.
Keterlambatan masyarakat peternak dalam melaporkan hewan ternaknya yang sudah tiba masa kawin lanjut drh. Nazaruddin sering menjadi menghambat pencapaian target program tersebut. Sementara, metode utama yang digunakan adalah Inseminasi Buatan (IB) yang memerlukan ketepatan waktu dalam penyuntikan bibit.
“Yang perlu dipahami masyarakat atau peternak, waktu kawin pada Sapi harus benar-benar diperhatikan. Sebab, untuk penyuntikan IB tidak akan efektif jika dilakukan saat sapi tidak minta kawin atau birahi. Nah disinilah peran penting masyarakat untuk segera lapor kalau ingin mendapatkan pelayanan dalam program Upsus Siwab tersebut,”jelasnya.
Upsus Siwab merupakan salah satu langkah pemerintah Kabupaten Tubaba untuk meningkatkan percepatan populasi ternak sapi melalui peningkatan kebuntingan dan kelahiran ternak yang produktif. Kita berharap, target kita sebanyak 6.000 ekor indukan ditahun ini dapat tercapai,”pungkasnya. (MDSnews/Sanur/Arpani)