LAMPUNG SELATAN (MDSnews) – Lamban Kuning merupakan Lamban (Rumah) pelestarian adat dan budaya lampung, di pusatkan Lampung Selatan besutan dan dedikasi untuk masyarakat lampung oleh Dang Irjend pol Dr Hi Ike Edwin., SIK., SH., MH.,MM gelar Gusti Batin Raja Mangku Negara/Gelar dari Skala Brak, Sultan Lampung Gelar dari Buay Pemuka Ilir Way Kanan, Sultan Pangeran Mangkubumi dari Marga Gunung Alif Tanggamus.
Lamban kuning sebagai Lamban Pelestari Adat dan Budaya Lampung, lengkap dengan ornamen Adat Lampung Sai Batin dan Pepadun, sehingga di tengah semangat Nawacita Presiden Jokowi yang mencanangkan identitas Bangsa adalah kearifan lokal.
Maka ini salah satu putra terbaik dari Provinsi Lampung Dang lke Edwin, panggilan akrab Bangsawan Lampung adalah jawabannya.
Dengan mendirikan Lamban Kuning sebagai Lamban pelestari Adat dan Budaya Lampung disambut dengan gembira oleh masyarakat dunia pendidikan dan masyarakat dunia wisata Lampung.
Setiap harinya, silih berganti melakukan Studi Penelitian dan Studi Wisata untuk melakukan penelitian adat dan Budaya Lampung. Mereka dengan gembira dapat melihat karya nenek moyang orang Lampung yang begitu indah dan asri.
Tidak bosan-bosan, mereka berfoto selfi. Disampaikan salah satu mahasiswa Univeraitas Lampung, Ria mengaku, selama ini mahasiswa hanya mendengar dari cerita orang tuanya tentang SKala Brak, tentang Pepadun dan sebagai nya, tentang indah dan sakral nya Budaya Lampung.
Baru kali ini melihat langsung, begitu terkagum melihat indahnya Aban Gemisikh, Pahakh, Tombak, Baju Hulu Balang terbuat dari Tulang Binatang, Tudung/Payung Agung, Meriam dari VOC, Senjata Api Zaman Dulu dan sejarah singkat Asal Usul Orang Lampung” dan lain sebagainya.
“Ini semua sumbang sih Dang Gusti Batin Raja Mangku Negara lke Edwin,”ungkap Ria.
Perlu diketahui juga, Dang lke dalam setiap kesempatan, selalu berkata, Lamban Kuning sengaja didirikan sebagai wujudnya cinta kepada Adat dan Budaya Lampung.
“Karena ini adalah Anugerah dari Allah SWT. Karena yang metakdir kan kita jadi Orang/Suku Lampung adalah Allah SWT, kita punya Bahasa Lampung, kita punya tulisan atau aksara Lampung dan kita punya Provinsi dengan sebutan Provinsi Lampung. Jadi harus kita rawat dan kita sosialisasikan dengan anak cucu dan masyarakat luas,”pesan Dang Ike.
Dang Gusti Batin Raja Mangku Negara lke Edwin juga mempersilahkan kalau ada siswa/Mahasiswa dan Masyarakat umum mau bertandang ke Lamban Kuning, untuk melihat-lihat koleksi Lamban Kuning.
“Di masa yang akan datang, akan di ada kan pentas seni siang – malam, sehingga bisa menjadi salah satu Destinasi Wisata di Bumi Lampung sang Bumi Khua jurai ini,”pungkasnya belum lama ini kepada media di Bandar Lampung. (Rilis/*)