BANDAR LAMPUNG (MDSnews) – Dalam rangka menyambut Persiapan pertandingan Liga 1 Badak Lampung dengan Bhayangkara FC yang di helat besok (12/11) pukul 15.30 di Stadion PKOR way Halim sejumlah Satuaan Pol PP Provinsi Lampung menggelar Latihan Sistim Pengaman.
Tak disangka tak diduga selang waktu berjalan terjadi kerusuhan antara sat pol pp dengan salah satu staff KONI Lampung mengamuk lantaran tidak terima pada saat sat pol pp latihan adanya nada sumbang yang membuat para anggota sat pol pp naik pitam dan pemecahan kaca loby depan Kantor Komite Nasional Indonesia (KONI) Lampung, yang di duga dilakukan oleh anggota Pol-PP Provinsi Lampung.
Menurut saksi mata, salah satu staff KONI Lampung Africo Ramadani menuturkan kejadian bermula satu anggota Pol-PP berada di dalam, dan teman – teman anggota yang lain sedang melakukan senam dan melakukan kegiatan di depan halaman Stadion PKOR Wayhalim Bandar Lampung. Tiba – tiba ada suara teriakan dari arah Selatan Kantor KONI.
“Saya sedang ngopi bersama temen – temen di tangga loby depan, ada terdengar suara teriakan meledek kepada kawan yang sedang melakukan kegiatan,” kata Africo, kejadian di Gedung Sumpah Pemuda PKOR way Halim , Rabu (11/11)
Mendengar teriakan tersebut, lanjutnya. Sontak mengundang emosi rekan – rekan nya yang ada di halaman Stadion, dan langsung mendatangi loby kemudian memukul kaca loby Kantor KONI Lampung.
“Mereka datang semua, kemudian langsung memukul kaca loby ini. Kami juga bingung, karena kami gak tahu apa – apa,” tegasnya.
Atas kejadian tersebut, terjadi keributan dan adu mulut antara perwakilan Pol – PP dengan pengurus KONI Lampung bersama satgas KONI yang sedang melakukan tes fisik atlet.
Hingga berita diturunkan, masih ada komunikasi dan musyawarah untuk menyelesaikan insiden pemecahan yang sudah terjadi. yang mirisnya lagi dari Sat Pol PP sendiri tidak ada permintaan maaf terkait insiden Pemecahan Kaca di kantor KONI Lampung.
Wakil Ketua II KONI Lampung Frans Nurseto Angkat bicara mengenai insiden pemecahan kaca “Ini sebenernya bisa diselesaikan dengan baik, tapi proses kejadian tetap di lakukan. Karena, mereka adalah satuan pengamanan yang jelas wajib mengamankan aset pemerintah, bukan sebaliknya. Ini namanya arogan,” kata Frans Nurseto.
Laporan :NUY