Tulang Bawang (MDSnews) – Warga lingkungan Ujung Gunung Ilir, Kecamatan Menggala, Tulang Bawang di gegerkan dengan kepulangan pemuda yg diduga menjadi Orang Dalam Pengawasan (ODP), Jum’at (10/4).
Sempat beredar kabar yang cukup membuat resah warga Menggala tentang kedatangan pemuda bernama Edo Wijaya bin Herman, Warga Lingkungan Ujung Gunung Ilir, Kelurahan Ujung Gunung, Kecamatan Menggala , Tulang Bawang yang baru pulang dari Kota Bandar Lampung, diketuhui Edo Wijaya baru pulang dari Jawa Barat 15 hari yg lalu bekerja sebagai pengurus kuda.
Status ODP Edo Wijaya diketahui setelah banyak beredar foto Edo Wijaya di group WA dengan Caption terduga ODP.
Menurut kabar yang beredar, Edo Wijaya di duga sebagai ODP setelah melalui tes suhu tubuh di Wates, Lampung Tengah dan suhi tubuh Edo Wijaya mencapai 39°C.
Akibat kabar tersebut membuat warga tempat Edo Wijaya tinggal merasa resah dan khawatir
“Iya kemarin dia (Edo) sempat bermain di halaman Masjid Islamic Center Menggala, sempat juga ikut ngobrol dengan para pemuda setempat yang belum mengetahui status Edo Wijaya sebagai terduga ODP. Kami sangat merasa resah karena apabila benar Edo terkena Virus Corona, itu akan sangat berbahaya bagi banyak orang khususnya kami warga sekitar rumah Edo.” Jelas para warga
Ditempat yg sama, Sukarno, selaku Ketua Rukun Tetangga (RT) tempat orang tua Edo tinggal membenarkan bahwa ada warganya yg didatangi oleh tim medis menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap didampingi oleh Lurah Ujung Gunung, jajaran Polsek Menggala, pejabat Kecamatan Menggala, tim medis Puskemas Menggala, dan aparatur kampung setempat.
“Iya benar, tadi malam sekira jam 22.00 Wib ada salah satu pemuda warga saya yang baru pulang dari Bandar Lampung bernama Edo Wijaya, dan diketahui Edo Wijaya baru pulang dari Kota Bandung, Jawa Barat bekerja sebagai pengurus kuda, dia didatangi tim medis berseragam APD lengkap dirumah orang tua nya.” Terang Sukarno.
“Yang pasti, lanjut Sukarno. Pemuda tersebut diketahui lari dari pemeriksaan karena di ketahui suhu tubuhnya mencapai 39°C. Namun pagi ini setelah di cek kembali suhu tubuhnya oleh tim medis dari puskesmas menggala mengatakan, suhu tubuhnya sudah normal berada di 36°C, tetapi Edo harus tetap menjalani karantina selama 14 hari.” Terang sukarno.
Iwan, Paman Edo saat memberikan keterangan mengatakan, Edo tidak lari dari pemeriksaan.
“Edo bukan lari dari pemeriksaan, hanya saja karena dia melihat bis yang ditumpangi nya telah beranjak jalan, Edo takut ketinggalan kendaraan, akhirnya dia berlari mengejar bis itu.” Jelas Iwan.
Sementara itu Nirwansyah Habib, SE. Anggota DPRD Tulang Bawang Fraksi Partai Golkar yg medengar berita tersebut, turun langsung mendatangi rumah orang tua Edo Wijaya mengatakan dirinya sudah melakukan komunikasi dengan Herman, Orang Tua Edo Wijaya terduga ODP untuk membawa Edo Wijaya ke RSUD menggala guna melakukan cek kesehatan.
“Saya bersama Ketua RT setempat sudah mendatangi rumah Herman, orang tua Edo Wijaya guna membujuk agar Herman bersedia membawa anaknya ke RSUD menggala guna melakukan cek kesehatan, dan Alhamdulillahi bapak Herman siap menghantarkan anaknya menjalani tes kesehatan di RSUD menggala dengan syarat anaknya di jemput oleh pihak RSUD dan tidak ada biaya yg di tanggungkan kepada keluarga Herman.” Terang Nirwansyah.
“Apapun bentuknya, lanjut Nirwansyah Habib, Edo adalah warga yang baru datang dari perantauan, harus di cek kesehatan nya dan menjalani karantina selama 14 hari. Dan kita tidak berani mengatakan apakah dia terdampak virus corona atau tidak, karena yg berhak memastikan itu hanyalah pihak rumah sakit melalui kemeterian kesehatan.” Terang Wan Punggur sapaan akrab Nirwansyah Habib.
Dan untuk hasil kepastiannya, pagi ini Edo Wijaya langsung dibawa ke RSUD Menggala menggunakan mobil Ambulance milik puskesmas Menggala.