TULANGBAWANG BARAT (MDs) – Ketua kelompok perkumpulan petani pemakai Air (P3A)- Gabungan petani pemakai Air (GP3A) Tiyuh -Desa Sumber Rejo kecamatan Tumijajar kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) provinsi Beberkan proyek program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) dari menteri Pekerjaan
Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ada pemotongan sebesar 5 % dari jumlah pagu Anggaran 195,-juta .
Menurut keterangan Siswanto (42) ketua
(P3A) Tiyuh-desa sumber rejo,salah satu penerima pengerjaan program P3-TGAI, membenarkan bahwa dari jumlah pagu Anggaran sebesar 195 juta untuk pengerjaan proyek P3-TGAI dikenakan pemotongan sebesar 5 %, beber siswanto saat dikomfirmasi SKH Medinas Lampung lampung dikediamannya pada rabu (15/7/2020) sekira pukul 14.20.WIB.
Siswanto juga,mengatakan dalam pengerjaan kegiatan program P3-TGAI tersebut kelompok yang ia pimpin mendapatkan kontrak kerja,
velume pekerjaan tarsier 450 meter kiri kanan. Itu dua tipe, yang satu tipe 162 meter itu tingginya 70 cm, dan 290 meter itu tingginya 55 cm, dengan lebar bawah 40 cm dan atasnya 100 cm sama 90 cm,”Materinya kami memakai batu, dan lantainya memakai prikes sejenis paping, dengan anggaran Rp 195 juta yang di potong pajak 4 persen.
Untuk “Pengerjaan proyek P3-TGAI tersebut dikerjakan melalui swakelola yang dikerjakan warga secara harian, dengan upah per hari kalau tukang Rp 90 ribu, dan kuli Rp 70 ribu, dengan personil 12 orang pekerja,” Enam warga dari sumber rejo, sementara 6 orang kita menggunakan tenaga pekerja dari warga masyarakat luar wilayah mengingat untuk mencari tukang pekerja situasi saat ini sangat sulit, kata,siswanto.
“Saat ini pengerjaan proyek tersebut sudah dikerjakan sekitar 60 persen, tinggal 140 meter lagi yang belum dikerjakan,” Kita masih menunggu material belum sampai,”Untuk administrasi sudah di transfer dan sudah kita terima tahap satu sebesar 70 persen, dan sisanya tahap dua belum tau kapan,” Akan dicairkan kita masih menunggu informasi selanjutnya,
“Dari total anggaran itu sudah semua, termasuk material dan upah. Dari Rp 195 juta itu diambil lagi 5 persen,siswanto menyatakan
Pemotongan dana lima persen tersebut untuk dana persiapan pembuatan plang, pembuatan nomenkelatur/ batu prasasti dan cetak Benar papan pengunguman proyek dan pemberkasan, itu sudah sesuatu aturan dan keputusan dari sana,”terang siswanto.
Sementara diberitakan sebelumnya Diduga 10 Titik pengerjaan Proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), tahun 2020 di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), yang menelan anggaran sebesar Rp. 2,25 miliar, disinyalir asal jadi dan tidak sesuai dengan bestek.
Hasil kroscek tim Monitoring KMB Konsultan Menejemen Balai Besar wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWSMS), menegaskan Sujiyono, ketua kelompok
perkumpulan peni pemakai Air (P3A)- Gabungan petani pemakai Air (GP3A) Tiyuh margo Dadi kecamatan Tumijajar kabupaten Tubaba
harus bertanggung jawab
membongkar ulang proyek tersebut dikerjakan kembali dari titik awal.
Dikatakan Budiyono KMB konsultan menejemen Balai Besar wilayah sungai mesuji sekampung (BBWSMS) Berdasarkan hasil kroscek monitoring menindaklanjuti laporan dari masyarakat bahwa dalam proses pengerjaan proyek (P3-TGAI) tahun 2020 di Tiyuh margo dadi kecamatan Tumijajar Kabupaten Tubaba tersebut dikerjakan tidak sesuai dengan Bestek.tegas budiyono, saat dikonfirmasi SKH Medinas Lampung, dilokasi peninjauan proyek, Selasa (14/7) sekira pukul 11.20 WIB.
menurut Budiyono,
hasil monitoring kroscek dilapangan dilokasi
Pengerjaan proyek tersebut telah melanggar Aturan juklak juknis dalam pengerjaannya tidak sesuai bestek dikerjakan asal-asalan sehingga pekerjaan tersebut dipastikan tidak akan bertahan lama dan tidak ada azas manfaat khususnya bagi masyarakat tani disekitar “
Pembagunan tersebut sudah kami periksa pengerjaan pembangunan tersebut ditemukan tidak ada mutu kualitas, kita sudah perintahkan Sujiyono,
untuk membongkar ulang pekerjaan tersebut dikerjakan dari titik awal sesuai dengan juklak juknis,”
Program proyek (P3-TGAI) 10 titik di Kabupaten Tubaba tersebut, akan awasi denga ketat agar hasilnya benar-benar bagus dan sangat bermanfaat bagi masyarakat petani,harap. Budiyono.
Program proyek (P3-TGAI) 10 titik di Kabupaten Tubaba tersebut, “Kita sangat mengharapkan partisipasi dari semua pihak untuk mengawal dan mengawasi proses pengerjaan pekerjaan tersebut, agar kualitas proyek tersebut hasilnya baik sesuai apa yang memjadi nawai cita peresiden republik indonesia Ir joko widodo, jika dalam pengerjaan proyek tersebut dikerjakan asal-asalan silahkan lapor,dan proyek tersebut kita tegaskan tidak ada potongan sepeserpun jika ada oknum melakukan pemotongan silahkan laporkan ,” tegas Budiyono.
Sementara saat dikomfirmaai SKHmedinaslampung melalui sambungan telpon selulernya pada rabu (15/7/2020)sekira pukul 18.11.WIB, Heri konsultan proyek P3-TGAI, BBWSMS menegaskan, dari hasil monitoring temuan dilapangan pengerjaan proyek P3-TGAI,dikerjaan asal-asalan melanggar ketentuan juklak juknis pada pekerjaan tersebut,
Saat kita turun kemarin hasil kroscek peninjaua ke lokasi pengerjaan bangunan proyek tersebut pengerjaan proyek (P3-TGAI) di Tiyuh Desa Margodadi,Terdapat pengerjaan jaringan tarsier irigasi dikerjakan asal jadi, pemasangan dasar dinding cara pemasangan batu disusun berjejer tidak menggunakan pondasi, telah melanggar ketentuan juklat juknis,beber,Budi.
kita akan melayangkan surat
pemanggilan,meminta pertanggung jawaban terhadap Tim pendamping masyarakat (TPM) dan Ketua kelompok perkumpulan petani pemakai Air (P3A)- Gabungan petani pemakai Air (GP3A) Tiyuh -Desa margo dadi kecamtan Tumijajar kabupaten Tubaba,
sesuai dangan hasil temuan monitoring kita dilapangan kemarin, untuk melangkapi bukti laporan kita terhadap pimpinan,singkatnya.(Arpani/Sapriyadi).