Bandung (MDSnews) – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung, Yusuf Barusman menegaskan bahwa KONI Lampung tetap fokus pada seluruh cabang olahraga yang lolos PON Papua 2021, dan setiap cabor akan mendapatkan perhatian yang cukup.
Demikian dikatakan Yusuf saat berkunjung ke Pusdiklat Paskhas di Margahayu Bandung, Selasa 25 Mei 2021.
Kepada Pengurus Ketua Terjun Payung FASI Lampung, Pelatih dan penerjun Lampung, Yusuf Barusman mengatakan bahwa perhatian KONI Lampung sangat cukup kepada seluruh cabor lolos PON.
“Meskipun kalian semua berlatih di luar Lampung karena persoalan sarana dan prasarana, kalian tetap saya pantau. Kalian tetap anak-anak saya yang harus mendapat perhatian yang memadai,” katanya saat memberikan wejangan disela-sela sesi latihan di Margahayu.
Yusuf juga menanyakan soal peralatan yang perlu segera dipenuhi atau disiapkan untuk cabang olahraga ini. Meskipun diketahui selama ini memang peralatan belum semuanya terpenuhi.
“Yang sudah disegerakan adalah membeli kamera untuk helm yang dipakai kamerawan di udara. Mudah-mudahan sudah bisa dipergunakan. Nah silahkan disampaikan saja apa yang masih diperluka
dukungannya terutama untuk kelancaran persiapan saat ini,” tambah Rektor Universitas Bandarlampung ini.
Yusuf memastikan bahwa kehadirannya di bandung juga dalam rangka menjelaskan soal pemenuhan kebutuhan makan dan sarana pelatih dan atlet Terjun Payung.
Latihan di Gatot Subroto
Lampung saat ini tercatat memiliki sekitar 21 Peterjun Payung yang terdiri dari usia remaja hingga dewasa. Latihan juga masih menggunakan beberapa sarana Angkatan Udara baik di Jakarta mauoun di Bandung.
Untuk itu Ketum KONI Lampung ini menatakan bahwa sedang dibicarakan agar tim terjun Payung bisa berlatih di Lampung yakni di lapangan udara Gatot Subroto Way Kanan.
“Sedang kita bicarakan dan mendapatkan respon baik, semoga dalam waktu dekat bisa menggunakan lapangan Gatot Subroto dengan fasilitas dari Angkatan Udara yang ada di Astra Ksetra dan Marinir,” katanya.
Sementara itu Hasani, Ketua Terjun Payung Lampung mengamini apa yang diungkapkan ketua Umum KONI Lampung, dengan menambahkan bahwa saat ini sedang dibicarakan dengan pihak Marinir yang akan mengadakan latihan komando di Lampung dan kemungkinan tempatnya di Gatot Subroto dengan mata kegiatannya Terjun Payung.“Jika rencana itu mulus, kemungkinan 7 Juni sudah bisa mencoba latihan di Lampung,” kata Hasani.
Seperti diketahui, Lampung mengikuti pertandingan di PON ini dalam mata lomba Kerjasama Antar Parasut yang terdiri dari dua peterjun dan satu kamerawan.
Terkait peralatan, Hasani mengtakan bahwa ada tiga komponen penting yang melekat pada peterjun, yakni Payung (parasut), Helm dan Kamera. “Selain pakaian peterjun, maka peralatan yang terpenting yakni parasut, helm dan kamera. Karena kamera menjadi matanya Juri. Jika kameran buruk maka nilai pasti akan ikut buruk,” ujarnya. (Red)