PESAWARAN (MDSnews) – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona memberikan bantuan kepada masyarakat Bumi Andan Jejama yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) .
Bantuan yang diberikan tersebut berupa uang tunai yang diserahkalan secara simbolis oleh Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona di Kantor Desa Kutoarjo Kecamatan Gedongtataan, Jumat (13/7/2021).
Dendi mengatakan bantuan tersbut diberikan atas dasar Surat edaran yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Pesawaran Nomor 460/3453/V.05/VII/2021 perihal pemberian santunan ahli waris korban meninggal dunia akibat Covid-19 dan masyarakat yang sedang melaksanakan isolasi mandiri korban Covid-19.
“Bantuan ini memang dikhususkan bagi masyarakat Pesawaran, kenapa kita memberi bantuan berupa uang, karena kitakan tidak pernah tau apa yang menjadi kebutuhan masyarakat yang sedang melakukan isolasi mandiri,” ujarnya.
Menurutnya, pemberian bantuan tersebut dianggarkan menggunakan APBD dan sudah dimulai sejak awal bulan tepatnya pada 1 Juli 2021 hingga 31 Desember 2021.
“Untuk masyarakat yang meninggal mendapatkan santunan sebesar Rp3 juta, sedangkan untuk masyarakat yang melaksanakan isolasi mandiri sebesar Rp500 ribu,” ujarnya.
“Dalam hal ini anggaran yang kita keluarkan menggunakan APBD yang telah direfocusing dan dari refocusing itu kita bisa membackpup 100 orang yang meninggal dan 600 orang yang menjalankan isolasi mandiri,” timpalnya.
Ia menambahkan, bagi masyarakat yang hendak mengurus bantuan tersebut agar mempersiapkan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.
“Adapaun syaratnya antara lain, masyarakat harus membawa fotokopi hasil cek lab, surat keterangan dari Satgas Covid-19 tingkat desa dan diketahui pihak kecamatan, kemudian fotokopi KTP dan KK sebanyak tiga lembar pasien yang terkonfirmasi serta penerima kuasa, serta surat kuasa bermaterai,” katanya.
Dendi berharap bantuan yang telah diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan dan keperluan masyarakat yang sedang menjalankan isolasi mandiri.
“Dan saya berpesan kepada masyarakat yang pernah terjangkit Covid-19 agar dapat membantu pemerintah untuk mensosialisasikan kepada masyarakat yang masih saja tidak percaya tentang Covid-19 ini, dengan begitu masyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari,” pungkasnya. (Ram/Arf)