Pemkab Lambar menerima Kunjungan Kerja Ketua Komisi VI DPR RI

DAERAH HOME Lampung Barat TERBARU

Lampung barat ( MDSnews ) -Pemerintah kabupaten lampung barat menerima Kunjungan Kerja Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) , Sudin, SE., di Kabupaten Lampung Barat terkait penanganan konflik Gajah di Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh (BNS) di Sekolah Kopi Pekon Sukajaya, Kecamatan Sumber Jaya jum’at ( 17/09/2021 ).

Kunjungan Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin, SE., ke Kabupaten Lampung Barat merupakan tindak lanjut dari permintaan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat (Pemkab Lambar) yang meminta pemerintah pusat ikut membantu penyelesaian konflik gajah yang terjadi di Kecamatan Suoh dan BNS yang itu sudah berlangsung menahun.

Sebelumnya, kehadiran Ketua Komisi IV DPR RI di Lampung Barat itu sempat disinggung Bupati Parosil saat mengelar rapat koordinasi dengan Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terkait penanganan konflik gajah di dua kecamatan tersebut pada (14/9) kemarin.

Sebagai tindak lanjut penanganan konflik gajah tersebut, Ketua Komisi IV DPR RI akan menggelar rapat kembali dengan Kepala Balai Besar TNBBS Provinsi Lampung pada Rabu (22/9) mendatang.

Bupati Lambar Hi. Parosil Mabsus menyampai kan Konflik antara masyarakat Kecamatan Suoh dan BNS dengan gajah yang telah terjadi bertahun-tahun, selama ini tidak ada penanganan yang permanen, sehingga hewan dilindungi tersebut menjadi teror bagi masyarakat setempat.

“Sehubungan dengan adanya konflik tersebut, pemerintah melakukan koordinasi dengan forkopimda mengingat permasalahan gajah merupakan permasalahan lintas sektor, berkoordinasi dengan Gubernur Lampung dan Dinas terkait di Provinsi Lampung untuk menangani konflik sesuai dengan SK Gubernur Nomor : G/459/V.23/HK/2017 tentang pembentukan tim koordinasi penanggulangan konflik antara manusia dan satwa liar Provinsi Lampung, serta berkoordinasi dengan kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar permasalahan konflik dapat diselesaikan dengan cara komprehensif.

Masih di tempat yang sama Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin, SE menyampai kan Pada pembahasan konflik tersebut saya akan membantu logistik kepada Satgas Pekon terdampak yang menangani konflik gajah dengan memberikan 5000 sarden kaleng dan 5000 butir telur.

“Saya bantu satgas yang menangani konflik ini dengan 5000 sarden kaleng dan 5000 butir telur,”ungkap nya.

” saya akan memberikan 5 Paket tanaman pakan gajah pada tahun 2021 ini, untuk harga per paket sebesar 50 juta, sehingga total mencapai 250 juta. Paket tanaman tersebut akan ditanam di perbatasan antara pemukiman warga dengan TNBBS, hal itu ditujukan agar hewan dilindungi tersebut tidak memasuki pemukiman yang selama ini menjadi teror warga setempat.

“Saya juga akan memberikan 5 paket tanaman pakan gajah, par satu paket tanaman itu seharga 50 juta, saya akan memberikan 5 paket pada tahun 2021 ini juga,”kata nya.

Sehubungan pembahasan terkait konflik gajah dilakukan di Sekolah Kopi, dan sekolah kopi tersebut hanya satu-satunya yang ada di Indonesia, tepatnya di Pekon Sukajaya, Kecamatan Sumber Jaya, Ketua Komisi IV DPR RI akan memberikan bantuan berupa alat pengolahan kopi untuk melengkapi fasilitas yang sebelumnya belum tersedia.

“Saya akan memberikan alat pengolahan kopi yang canggih, untuk pembelajaran di sekolah kopi ini,”

Di ahir acara bupati lampung barat juga menyerahkan peralatan patroli untuk menghalau gajah kepada Satgas Penanggulangan konflik gajah kepada kedua Kecamatan tersebut.

Turut hadir dalam acara tersebut

— Anggota DPRD Provinsi Lampung Yanuar Irawan

— Plt. Kepala Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Provinsi Lampung Ir. John Kenedie, M.M.

— Bupati Lampung Barat (Lambar) Hi. Parosil Mabsus

— Ketua DPRD Lambar Edi Novial S.Kom., dan Anggota

–Asissten Bupati Lambar bidang perekonomian dan pembangunan Wasisno Sembiring

— Perwakilan Polres Lambar

— Perwakilan Kodim 0422/LB

— Kapolsek

— Danramil

— Peratin Pekon Hantatai dan Pekon Gunung Ratu Kecamatan BNS, Peratin Pekon Sukamarga dan Peratin Pekon Tugu Sari Kecamatan Suoh, serta Satuan Tugas (Satgas) Penanganan konflik gajah kedua Kecamatan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *