BANDAR LAMPUNG – Anggota Komisi V DPRD Lampung Deni Ribowo mendengar keluhan dari kepala sekolah di Kabupaten Way Kanan.
Keluhan ini baru bisa disampaikan oleh kepala sekolah saat anggota fraksi partai Demokrat
menggelar reses di dua kecamatan, yakni Gunung Labuhan dan Baradatu, Jumat (10/09/2021).
Kepala sekolah SMPN 4 Gunung Labuhan Subari mengaku merasa resah dan tertekan dari berbagai pihak.
Bahkan, menurut dia, pihaknya sering kali dilecehkan dan diintimidasi oleh beberapa pihak.
Bentuk intimidasi itu, ia mencontohkan, pernah ada suatu kejadian, dimana wajah Kepala Sekolah sampai dipegang oleh oknum pihak ketiga, yakni dari media.
Dengan begitu, sebagai guru ataupun tenaga pendidik, merasa sering ragu dalam mendidik karena sering terintimidasi.
“Saya minta tolong agar pak Deni yang merupakan anggota DPRD bisa menciptakan dan mencari jalan keluar agar tidak merasa terintimidasi,” keluh dia.
Kemudian, Jam Asri Kepala Sekolah SDN 02 Bengkulu merasa ketakutan dan tidak nyaman saat dirumah dalam menjalani profesi sebagai guru.
“Dengar nada dering handphone saja kami merasa ketakutan. Karena selain didatengin, kami sering sekali ditelepon,” ucap dia.
“Tolong dibantu pak. Kami ingin nyaman dalam kegaiatan belajar – mengajar,” ucap dia.
Yeni Heriyanti kepala sekolah SDN 1 Hulu Sungkai meminta agar DRB sapaan akrab Deni Ribowo bisa memberi solusi terkait masalah terkendala air.
Karena untuk kegiatan belajar mengaji, shalat duha bersama dan lainnya.
“Saya meminta tolong agar ada bantuan sumur bor dari pemerintah,” ucap dia.
Di kecamatan Baradatu, putera daerah kabupaten Way Kanan ini kembali mendengarkan keluhan dari masyarakat.
Misalnya saja, Nizar Efendi warga Bumi Merapi
berharap agar pemerintah bisa memenuhi kekurangan perlengkapan belajar para siswa seperti meja dan kursi.
Sebab, jumlah murid telah melebihi kuota meja dan kursi yang ada.
“Saya berharap Pemda bisa memberi bantuan meja, kursi dan lemari,” ujar dia.
Siti Hana dari SDN 1 Bakti Negara meminta agar Pemda Way Kanan bisa menambah pembangunan toilet di sekolah tersebut.
Karena, 2 toilet yang ada saat ini sudah tidak bisa mengcover 250 murid.
Sementara itu, Anggota Komisi V DPRD Lampung Deni Ribowo mengaku bakal berusaha dan berupaya memecahkan solusi para guru tersebut.
Lembaga Advokasi Guru yang telah dibentuk bersama dengan teman-teman Lawyer di provinsi Lampung dan Way Kanan siap menjadi benteng pertahanan dari para tenaga pendidik.
“Hal ini semata-mata kami lakukan untuk memberi kenyamanan kepada guru dalam proses belajar mengajar,” ungkap dia, Sabtu (11/09/2021).
Lembaga advokasi guru ini akan melakukan penyuluhan dan pendampingan hukum kepada guru serta kepala sekolah secara gratis.
Ia mencontohkan, jika ada guru saat melakukan pembinaan dengan mencubit siswa, kemudian dilaporkan oleh wali murid ke pihak berwajib.
“Kami siap melakukan pendampingan terhadap guru tersebut. 100 persen kita gratiskan semua,” jelas dia.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa lembaga advokasi guru ini tidak akan melakukan pendampingan hukum terhadap tenaga pendidik yang melakukan pencabulan atau pelecehan seksual terhadap murid.
Selanjutnya, guru yang terlibat dalam tindak pidana pencurian, narkoba dan korupsi.
“Lembaga advokasi guru kami bentuk sebagai rasa sumbangsih dan terima kasih kepada guru yang telah berbuat untuk para murid dan manusia di negeri ini,” tegas dia.
Selain itu, ia juga menilai bahwa para guru dan murid mesti menjadi prioritas vaksinasi.
Karena, jelang pelaksanaan PTM menjadi tantangan bagi guru dan murid berpotensi
terpapar penyebaran covid-19.
“Untuk itu saya mengajak dan mengimbau kepada para guru, siswa dan wali murid untuk tetap patuhi prokes,” imbau dia.
“Guru dan siswa mesti jadi prioritas vaksinasi untuk memperkuat daya tahan tubuh,” ucap dia.(*)