ALHAMDULILLAH sepuluh hari terakhir Lampung tidak lagi menempati posisi juru kunci pada tabel peringkat persentase vaksinasi di Indonesia, baik untuk vaksinasi dosis pertama maupun dosis kedua.
Per tanggal 16 Oktober 2021 pukul 18.00 di laman https://vaksin.kemkes.go.id/#/vaccines Lampung sudah jauh meninggalkan posisi terendah yang selama enam bulan telah membuat dua orang jenderal Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Pusat, Menteri Kesehatan, Ketua KPC-PEN bahkan Presiden Jokowi memerlukan diri datang berkunjung ke Lampung untuk mengingatkan Gubernur Arinal tentang rendahnya capaian persentase vaksinasi di Lampung.
Dua bulan terakhir percepatan itu mulai terasa, Kapolda Lampung beserta seluruh sumber daya kelembagaan yang beliau pimpin bekerja all out melakukan vaksinasi di seluruh pelosok Lampung. Jajaran TNI tentu juga terlibat aktif memberikan dukungan pelaksanaan kerja vaksinasi itu, sebuah kerja besar yang melampaui batas ekspektasi (beyond expectation) publik. Konsepsi pertahanan rakyat semesta seperti mengejawantah dalam peperangan berbentuk lain, perang melawan penyebaran penyakit yang telah menjadi pandemi global.
Sependek pengetahuan penulis, dua bulan terakhir hampir semua direktorat di Polda Lampung begitu aktif melakukan serbuan vaksinasi. Bahkan kendaraan taktis yang biasanya digunakan untuk keperluan non medis juga dikerahkan, seperti yang dilakukan oleh Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) di Lampung Timur dan beberapa tempat lainnya. Tidak ada Kepolisian Resor dan Sektor yang tidak aktif melakukan kegiatan vaksinasi massal di wilayah kerja masing-masing, pengumumannya berseliweran terus setiap hari di berbagai platform media sosial.
Dapat dilihat pada Tabel, selama sebulan sejak tanggal 15 Agustus sampai tanggal 15 September 2021, capaian vaksinasi Lampung bertambah sebanyak 7,79% (5,59% dosis pertama + 2,20% dosis kedua) padahal selama tujuh bulan sebelumnya hanya mencapai sebanyak 17,35% (10,35% dosis pertama + 7,05% dosis kedua). Kerja vaksinasi di Lampung yang sebelumnya hanya sebanyak 2,48% per bulan melonjak tiga kali lipat sejak pertengahan Agustus sampai pertengahan September. Dalam kurun waktu itu, setiap hari rata-rata 12.096 orang disuntik vaksin dosis pertama dan 4.694 orang disuntik vaksin dosis kedua.
Bulan berikutnya sejak tanggal 15 September sampai tanggal 15 Oktober 2021, kinerja vaksinasi di Lampung berlipat ganda. Hanya dalam waktu 30 hari, persentase vaksinasi bertambah sebanyak 23,61% dengan rincian dosis pertama sebanyak 18,71% dan dosis kedua sebanyak 4,90%. Satu bulan terakhir rata-rata setiap hari 41.090 orang mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan 10.590 orang diberi vaksin dosis kedua. Selama sebulan ini 1.232.704 orang penduduk Lampung disuntik vaksin dosis pertama dan 317.702 orang divaksinasi dosis kedua, lebih dari 1,5 juta dosis telah disuntikkan selama 30 hari.
Juga dapat dilihat bahwa seminggu terakhir terjadi ledakan pertambahan persentase, untuk dosis pertama sebesar 8,55% diberikan kepada 554.925 orang penerima, ini berarti rata-rata 1,22% atau 79.275 orang penerima setiap harinya. Sedangkan untuk dosis kedua seminggu terakhir masih relatif stabil hanya bertambah sebesar 1,15% dengan rata-rata jumlah penerima sebanyak 10.626 orang per hari. Bisa jadi ledakan pertambahan itu juga disebabkan oleh beroperasinya 54 Gerai Vaksin Presisi yang dilakukan oleh Polda beserta Polres dan Polsek se-Provinsi Lampung sejak tanggal 8 Oktober kemarin.
Penulis sama sekali tidak bermaksud mengabaikan kerja dinas kesehatan pada semua jenjang, karena tentu semua tenaga kesehatan juga telah bekerja keras di fasilitas kesehatan tempat mereka bertugas. Tampaknya setelah trial and error pada peristiwa kerumunan di Dinas Kesehatan Provinsi dan RSUD Abdul Muluk tempo hari, pelaksanaan vaksinasi yang diselenggarakan sudah lebih membaik. Bisa jadi manajemen pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan kepolisian telah menjadi contoh yang efektif untuk ditiru.
Saya belum dapat memberikan banyak pujian kepada teman-teman partai politik dan dunia usaha yang terlihat selalu lebih gegap gempita publikasi kegiatan vaksinasinya. Mengapa demikian? Karena ternyata capaian vaksinasi gotong-royong di Lampung cuma sebesar 0.43% saja dari keseluruhan target sasaran vaksinasi, hanya 29 ribu dosis pertama dan 22 ribu dosis kedua. Patut diduga sumber dosis vaksin yang digunakan oleh teman-teman partai politik dan para pengusaha di Lampung selama ini lebih banyak menggunakan stok dosis vaksin gratis yang disediakan negara melalui APBN, bukan berasal dari dosis vaksin gotong-royong yang mereka beli dan sumbangkan untuk rakyat. Dari 3,3 juta dosis vaksin yang telah disuntikkan di Lampung, baru 51 ribu dosis vaksin yang merupakan sumbangan gotong-royong.
Dapat diketahui bahwa Kota Metro dan Kota Bandar Lampung menjadi yang terbaik capaian persentase vaksinasinya, untuk semua dosis dua kota ini capaian persentasenya berada di atas rata-rata Provinsi Lampung bahkan melampaui rata-rata nasional. Kabupaten Lampung Barat, Lampung Selatan dan Tulang Bawang capaian persentase dosis pertamanya walaupun masih di bawah rata-rata nasional tetapi sudah berada di atas rata-rata Provinsi Lampung.
Rendahnya capaian persentase Kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Timur tentu sangat mempengaruhi rata-rata capaian di tingkat provinsi, mengingat begitu banyaknya jumlah sasaran penerima yang harus mereka kejar karena memang jumlah penduduk di dua kabupaten ini di atas satu juta jiwa sama seperti Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan.
Semoga setelah membaca uraian ini, Forkopimda Kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Timur terutama Bupati Musa dan Bupati Dawam beserta Kapolres masing-masing dapat lebih terpacu mengejar ketertinggalan capaian persentase vaksinasi di wilayah mereka. Begitu juga dengan 12 kabupaten lainnya apalagi yang sementara ini menempati posisi juru kunci seperti Kabupaten Pesisir Barat dan Tulang Bawang Barat, kita berharap sebelum pergantian tahun seluruh kabupaten/kota di Lampung capaian persentase vaksinasinya sudah berada di atas rata-rata nasional. Insya Allah.
UPAYA POLDA LAMPUNG
Peran Polda Lampung sebagai salah satu roda penggerak pelaksanaan Vaksinasi hingga dapat menaikan grafik capaian Vaksinasi di Provinsi Lampung tentu tidaklah mudah, melaikan dengan banyak strategi serta upaya maksimal yang telah dilakukan oleh seluruh jajaran Polda Lampung. Bahkan Polda Lampung dan Jajaran membuka Layanan Vaksinasi Setiap Hari demi memaksimalkan target 100%.
Kapolda Lampung beserta seluruh sumber daya kelembagaan bekerja all out melakukan vaksinasi di seluruh pelosok Lampung, bahkan dari mabes Polri dalam kesempatan itu, Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol Suwondo Nainggolan meninjau langsung vaksinasi di Pondok Pesantren Darul Qodiri Lampung Tengah.
Lalu Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) turun ke Lampung Timur dan beberapa tempat lainnya untuk melakukan pengawasan dan peninjauan pelaksanaan Vaksinasi.
Juga dengan dibukanya Gerai Vaksin Presisi dari Biro Operasi (Ro Ops) Polda Lampung yang berkolaborasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lampung, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Lampung dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Lampung, Polda Lampung terus memberikan layanan Vaksinasi bekerjasama dengan beberapa Universitas di Lampung seperti Universitas Lampung, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lapung, Darmajaya dan juga Universitas Bandar Lampung. Serta di pusat perbelanjaan seperti Mall Bumi Kedaton, Mall Kartini, rumah sakit Bhayangkara, gerai vaksinasi Korem 043 Gatam dan jajaran maupun gerai vaksinasi dari Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota. Dengan maksimalnya strategi yang telah direncanakan Polda Lampung optimis target 100 persen vaksinasi covid-19 di Provinsi Lampung dapat tercapai.
Hal ini dapat dilihat dari data harian Gerai Vaksin Presisi Polda Lampung dan jajaran, sampai dengan hari Jumat tanggal 15 Oktober sebanyak 20.435 masyarakat Provinsi Lampung yang sudah di vaksin covid-19 baik itu dosis pertama maupun dosis kedua.
Kabid Humas Polda lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menjelaskan, berdasarkan data harian Gerai Vaksin Presisi dari Biro Operasi (Ro Ops) Polda Lampung per-tanggal 15 Oktober 2021, Polda Lampung dan jajaran telah melaksanakan vaksinasi covid-19 kepada warga masyarakat sebanyak 20.435 orang, dari 99 lokasi gerai vaksin presisi jajaran Polda Lampung.
Polda Lampung optimis target vaksinasi di Provinsi Lampung hingga bulan Desember mendatang dapat mencapai 100 persen dengan dukungan tenaga vaksinator yang cukup, dosis vaksin yang tersedia dan di tambah lagi dukungan gerai vaksinasi Korem 043 Gatam dan jajaran maupun gerai vaksinasi dari Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota, yang juga di buka setiap hari, serta partisipasi masyarakat Lampung, sehingga apa yang kita harapkan ‘herd immunity’ di Provinsi Lampung dapat terbentuk secara menyeluruh.
APRESIASI DARI TOKOH ADAT
Melihat hal tersebut banyak kalangan yang mengapresiasi kinerja jajaran Polda Lampung, diantaranya tokoh adat Lampung yakni Paduka Yang Mulia (PYM) Sai Batin Puniakan Dalom Beliau (SPDB) Pangeran Edward Syah Pernong, Gelar Sultan Sekala Bekhak yang Dipertuan ke-23, Sai batin Raja adat, kerajaan adat Paksi Pak Sekala Bekhak kepaksian Pernong, yang mengapresiasi institusi polda Lampung atas semua upaya dan trobosan serta kerja keras polda Lampung dengan semua langkah kreatifitas nya dalam menyukseskan pelaksanaan Vaksinisasi.
” Saya mengapresiasi upaya percepatan pelaksanaan Vaksinasi yang dilakukan oleh kepolisian khusunya Polda Lampung, sehingga saat ini Lampung tidak lagi menjadi daerah dengan capaian Vaksinasi terendah. Saya juga menghimbau agar Polda Lmapung tidak ragu ragu menindak para pelanggar protokol kesehatan ditengah situasi pandemi yang sudah mulai bisa dikendalikan di wilayah Lampung ,” ujar Mantan kapolda Lampung ini.
Demikian pula disampaikan oleh Marey Davidson Gelar Pangeran Penyimbang Agung Sai Batin Marga Rajabasa.
” Kami Sangat mengapresiasi kinerja jajaran Polda Lampung yang terus berupaya menyukseskan dan jemput bola dalam percepetan Vaksinasi di provinsi Lampung. Serta dapat bertindak tegas dan tak pandang bulu dalam memberikan sanksi kepada pelanggar prokes,” katanya.
Lalu datang juga dari Panglima Alip Jaya, Panglima Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala bekhak kepaksian Pernong Lampung, Kakhiya Paksi makhga Anjak Marga Ratu Keratuan Menangsi, yang memuji kerja keras jajaran Polda Lampung.
” Dengan ini saya menyatan sikap, mendukung sepenuhnya program vaksinasi, dengan ini juga saya sebagai masyarakat adat berharap aparat penegak hukum untuk tidak ragu-ragu menindak tegas pelaku/kelompok yang melanggar prokes demi memutus rantai penyebaran Covid-19, sehingga pandemi ini segera berlalu,” kata panglima yang berdomisi di Lampung Selatan ini.
Apresiasi juga disampaikan oleh Helpin Rianda.SE.MM gelar Wakil Panglima Penggittokh Alam Wakil Panglima Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung Kabupaten Pringsewu.
” Mendukung program pemerintah serta Polda Lampung dalam rangka percepatan vaksinasi, agar dapat segera memutus mata rantai penyebaran virus covid0-19, dan menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu menjaga prokes setiap waktu. Dan kami juga mendukung Polda Lampung untuk menindak tegas kepada siapapun yang melanggar prokes,” ujarnya.
Juga dari Rahmat Santori SH, Gelar Suttan Rajo Mudo, Penyimbang Adat dari Pekurun Buay Selagai Lampung Utara .
” Menghimbau dan mengajak masyarakat Lampung untuk terus menjalankan serta mematuhi Protokol Kesehatan dengan ketat, dan mengapresiasi Kinerja Direktorat Umum Polda Lampung dalam upaya konkrit melalui langkah persuasif serta preventif dalam penanganan memutus mata rantai Virus Covid 19. Kami masyarakat adat mendukung penuh serta ada dibelakang Polda Lampung jika ada pelanggaran bagi yang melanggar protokol kesehatan untuk dapat ditindak melalui proses penegakan hukum tanpa pandang bulu. serta berterimakasih kepada pemerintah, TNI dan polri yang dalam hal ini terus berupaya melakukan percepatan vaksinasi sehingga di bumi Lampung mendapat herd immunity,” katanya. (red)
=========================
Sumber :
-Opini Nizwar Affandi Gelar Radin Wali Negara, Ketua DPD Ormas MKGR Lampung
– Data Vaksinasi Polda Lampung