Bupati Kulonprogo Apresiasi dan Dukung Event “Gebyar Bregas Budaya” di YIA

HOME NASIONAL

Kulonprogo (MDSnews) – Event Gebyar Bregas Budaya yang diadakan oleh PT Angkasa Pura I (Persero) bersama dengan Dinas Kebudayaann DIY dan JavaConnections Art Management mendapatkan apresiasi dan dukngan dari Bupati Kulonprogo, Drs. H. Sutejo.

Hal ini terlihat dari hadirnya di tengah-tengah penyelenggaraan kegiatan pada Sabtu (30/10/21) di Bandara YIA Kulonprogo. Bupati Kulon Progo, Drs. H. Sutedjo sangat mengapresiasi penyelenggaraan “Gebyar Bregas Budaya”.

“Event ini sangat bagus, kami sangat mengapresiasi kerjasama PT Angkasa Pura I (Persero) bersama dengan Dinas Kebudayaann DIY dan JavaConnections Art Management, karena atas kolaborasi yang baik, event ini dapat terselenggara menampilkan potensi budaya dari desa-desa budaya di Yogyakarta. Pertama, melalui kegiatan ini, para pelaku seni dan budaya mendapat pembinaan, kedua event ini dapat mendorong masyarakat untuk mengenal, memelihara, dan mengaktifkan kembali seni dan budaya. Apalagi event ini diselenggarakan di Bandara yang notabene dikunjungi oleh berbagai lapisan masyarakat, bahkan anak-anak. Sangat baik tentunya untuk menjadi momen edukasi,” jelas Sutedjo Senin (01/11/21) siang.

Masyarakat tidak perlu ragu untuk mengunjungi YIA meskipun tidak bertujuan untuk melakukan perjalanan udara karena YIA menyajikan berbagai atraksi dan layanan di area publik yang dapat diakses oleh siapa saja. Contohnya, Kawasan Tugu Malioboro, Tamansari, hingga area drop zone keberangkatan yang iconic untuk sekedar mengabadikan momen di YIA. Terlebih lagi untuk datang ke YIA, kini masyarakat sudah memiliki banyak pilihan moda transportasi selain kendaraan pribadi, seperti shuttle bus, Kereta Api Bandara, dan taksi.

Sementara itu, PTS. General Manager Bandara Internasional Yogyakarta Agus Pandu Purnama menjelaskan PT Angkasa Pura I (Persero) terutama Bandara YIA sangat mendukung dan menyediakan tempat untuk pagelaran seni budaya tradisional.

“Merupakan komitmen PT Angkasa Pura I (Persero) untuk menyiapkan atau membuka ruang kreasi dan kreativitas bagi masyarakat. Kami harap dalam masa pandemi yang penuh tantangan ini, rekan- rekan pelaku wisata, seni, dan budaya dapat terus memiliki semangat untuk berkarya. Dukungan dari pemerintah Provinsi dan Kabupaten tentu menjadi semangat kami di tengah pandemi ini,”  jelas Pandu.

Dengan mengusung tema “Bersatu, bangkit, dan tumbuh”, event ini juga sebagai sarana kebangkitan perekonomian terutama kesenian tradisional dimasa pandemi.

“Mari kita bersatu dalam menghadapi pandemi, sehingga kita mampu bangkit bersama, dan setelah itu perekonomian akan menjadi tumbuh,” tegas Agus Pandu Purnama. (Tuti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *