Sewufarm Kembangkan Melon Organik Dengan Sistem Hidroponik

DAERAH HOME Pringsewu TERBARU

PRINGSEWU (MDSnews) – Ingin menikmati buah melon dengan rasa yang lebih krius-krius dan manis sekaligus lebih sehat ? Datang saja ke Sewufarm, yang berada di Dusun Bulusari, Pekon Bulukarto, Kecamatan Gadingrejo, tak jauh dari Komplek Perkantoran Pemkab Pringsewu.

Konon, Sewufarm adalah yang pertama kali mengembangkan budidaya buah melon organik dengan sistem hidroponik di Provinsi Lampung. Selain di Bulusari, Bulukarto, Sewufarm saat ini juga sedang mengembangkannya di Ulubelu berjumlah 1.000 polibag dengan sistem CSR salah satu BUMN, serta di Kelumbayan Barat secara perorangan. “Rencana selanjutnya kami akan mencoba mengembangkan juga di Bandar Lampung”, kata Dedek, petani melon hidroponik dari Sewufarm di Bulusari, Bulukarto, Pringsewu, Selasa (21/03/22) petang.

Menurut Dedek, perbedaan buah melon organik ini dengan buah melon biasa adalah terletak di rasa yang lebih manis dan krius, di samping tentunya lebih sehat, karena bebas pestisida atau pupuk kimia, tetapi menggunakan jenis pupuk hidroponik grade. Selain itu, sistem pertanian hidroponik juga jauh lebih aman dan ramah lingkungan, serta tidak kebergantungan dengan cuaca.

Terkait pemasaran, kata Adek, untuk saat ini pihaknya masih menggunakan sistem pre-order, dengan harga Rp 35/gram untuk jenis super. “Kami berharap kepada pemerintah daerah untuk memperhatikan dan men-support kami para petani hidroponik, bagaimana agar pertanian di Pringsewu lebih maju lagi dengan sistem dan teknologi terbarukan, salahsatunya adalah dengan menggunakan greenhouse hydroponic”, harapnya.

Sementara, Wabup Pringsewu Fauzi saat meninjau Sewufarm di Bulusari, Bulukarto, Gadingrejo, Pringsewu, didampingi Sekdis Pertanian Maryanto sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan pertanian pembudidayaan buah melon organik dengan sistem hidroponik tersebut.

Terlebih kegiatan budidaya buah melon organik ini berlangsung karena adanya permintaan pasar atau masyarakat, yang artinya pangsanya sudah jelas. “Semoga ini bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat Pringsewu lainnya”, ujarnya. (Ivan & Hastin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *