Calon Kapekon : 7 Pekon di Pugung Siap Ciptakan Pilkakon Aman Dan Kondusif

DAERAH HOME Tanggamus TERBARU

Tanggamus (MDSnews) – Calon Kepala Pekon di 7 Pekon di Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus yang akan mengikuti Pemilihan Kepala Pekon (Pilkakon) serentak 7 Juli Tahun 2022 menyampaikan pernyataan sikap (deklarasi) dihadapan Tim Pilkakon Kecamatan dan masyarakat Pekon.

Pernyataan sikap yang diucapkan dan ditandatangani Calon Kepala Pekon di 7 Pekon di Kecamatan Pugung. Sebagai bentuk komitmen bersama dalam pernyataan sikap, siap menyelenggarakan Pilkakon Aman, Damai dan Tertib. Dan siap Mematuhi Aturan dan Tahapan Pilkakon Serentak Tahun 2022 yang berlaku.

Dengan tetap mematuhi Protokol Kesehatan, guna mencegah penyebaran Covid-19 dan mendukung Pemerintah dalam pelaksanaan menuntaskan Vaksinasi di Kabupaten Tanggamus khusus nya di Kecamatan Pugung.

Para Calon Kepala Pekon juga menghimbau Masyarakat untuk Menjaga Keamanan dan menciptakan Suasana Kondusip, Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia dalam Pilkakon Serentak Tahun 2022.

Diketahui Pilkakon serentak merupakan sarana mewujudkan kedaulatan rakyat dalam rangka keikutsertaannya dalam penyelenggaraan pemerintahan. Karenanya, kita harus menjadikan Pilkakon serentak sebagai bagian dari pembelajaran demokrasi bagi masyarakat secara sehat dan cerdas.

Pesta demokrasi rakyat melalui Pilkakon harus dapat kita sukseskan dan mampu mengawalnya dalam kekuatan kebersamaan yang utuh, damai secara bathiniah dan lahiriah bersama seluruh elemen masyarakat, sehingga terselenggara sesuai harapan bersama.

Tim Pilkakon Kecamatan berharap deklarasi damai yang disampaikan serta ditandatangani menjadi bentuk komitmen bersama untuk selalu dipedomani dan menjadi pegangan baik selama pelaksanaan Pilkakon maupun pasca penyelenggaraannya.

Calon Kapekon harus bertekad secara bersama untuk sungguh-sungguh menjadikan Pilkakon serentak di kecamatan Pugung pada 07 Juli nanti memiliki integritas, profesionalisme, dan akuntabilitas.

Pernyataan sikap yang diucapkan serentak oleh Calon Kepala Pekon di antaranya : saling menghormati sesama Calon Kepala Pekon yang berhak dipilih.

Tidak praktik jual beli suara, Manipulasi suara, Penyuapan kepada pemilih dalam bentuk apapun.

Tidak melakukan segala bentuk kekerasan, Intrik, Intimidasi serta Provokasi untuk meraih kemenangan, dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan, kekeluargaan serta keamanan dan ketertiban selama proses Pilkakon berlangsung. (Aden Wijaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *