LAMPUNG TIMUR (MDSNEWS) -Ir. Alimin Abdullah Anggota MPR RI kembali menyapa masyarakat Lampung Timur melalui kegiatan sosialisasi empat pilar MPR RI. Kali ini Jum’at 22 Juli 2022 Alimin menggelar kegiatan di dua titik yaitu di desa Tegal Yoso Kecamatan Purbolinggo dan desa Tegal Ombo Kecamatan Way Bungur.
Bangsa Indonesia tersebar dari sabang sampai merauke, terdiri dari berbagai macam agama, suku bangsa, budaya, dan ras. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia disebut masyarakat majemuk atau multiculture.
Kemajemukan masyarakat dapat menimbulkan konflik sosial, tetapi jika berjalan secara selaras, serasi, dan harmonis akan tercipta integrasi sosial. Indonesia dikenal dengan kemajemukan masyarakat, baik dari sisi etnisitas maupun budaya serta agama dan kepercayaannya.
Kemajemukan atau kebhinekaan, lanjut Alimin, merupakan anugerah yang diberikan kepada bangsa Indonesia. Dan Lampung termasuk provinsi yang menjadi miniatur Indonesia, karena ada beragam agama, suku, adat-istiadat kelompok dan golongan.
“Kebhinnekaan yang kita miliki adalah anugerah. Karena itu, kita harus menjaga dan merawatnya agar anugerah tersebut berdampak positif bagi bangsa dan negara,” ujar Anggota Komisi 1 DPR RI ini.
Politisi PAN ini menambahkan, keragaman ini menjadi modal besar dalam membangun Indonesia.
“Negeri ini terlalu besar jika dikelola hanya oleh satu atau dua kelompok. Karena itu, kemajemukan yang ada menjadi modal berharga untuk mengurus bangsa dan negara ini secara bersama-sama atau berkolaborasi,” papar Alimin Abdullah.
Selain mengadakan Sosialisasi empat pilar MPR RI, Alimin Abdullah juga menyerap aspirasi dari konstituennya baik yang ada di desa Tegal Yoso Kecamatan Purbolinggo maupun yang ada di desa Tegal Ombo Kecamatan Way Bungur. Seperti persoalan gajah yang ada di taman Nasional way kambas yang sering merusak tanaman masyarakat.
