PJ Bupati Tubaba Gagas Berbagai Program Inovasi Upaya Pemulihan Ekonomi Masyarakat

DAERAH HOME TERBARU Tulang Bawang Barat

Tulang Bawang Barat (MDSnews) – Pj Bupati Zaidirina Wardoyo siap mengembangkan program Lampung Berjaya di Kabupaten Tulang Bawang Barat upaya pemulihan Ekonomi masyarakat.

Zaidirina mengatakan, “Kedepan dirinya akan fokus untuk melakukan berbagai terobosan inovasi upaya pemulihan ekonomi masyarakatnya, melalui salah satu program menjadikan Tubaba salah satu sentra ternak di lampung.” Ujarnya usai menghadiri Rapat Paripurna yang tidak kuorum, Kamis (28/7/22).

” Yang akan segera kita gagas pertama, seperti yang dikatakan Bapak Gubernur Lampung kemarin, Kabupaten Tubaba akan dijadikan sentra ternak. Nah itu yang akan kita kejar, sudah kita anggarkan di APBD Tahun Anggaran 2023 untuk kajiannya,” Cetusnya.

Dia juga mengutarakan untuk mensukseskan program tersebut Pemkab Tubaba akan melibatkan akademisi, untuk membantu menyumbangkan ide dan pikiran. upaya mewujudkan Kabupaten sentral peternakan.

” Saya akan memfasilitasi program tersebut dari hulu sampai hilir. Seperti pembenihan, pemasaran dan sampai paska produksinya. mungkin kedepan kita tidak lagi sekedar menjual sapi. kita bisa juga jual bakso, dan dagingnya dan mudah-mudahan dari rangkaian ini kita bisa ambil Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk masuk ke Pemda,” kata wanita yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi (PMDT) Provinsi Lampung.

Kemudian Zaidirina, juga memaparkan program prioritas keduanya yang tengah digagasnya terkait pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP) di pasar modern Pulung Kencana.

“Nanti Ada 24 instansi yang akan terintegrasi dalam MPP. Termasuk Instansi vertikal. Seperti, Polres, Pengadilan Agama, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Imigrasi, BPJS, Perbankan dan Samsat yang kita siapkan melayani berbagai kebutuhan masyarakat.”Tuturnya.

PJ Bupati Tubaba itu juga berjanji akan menyiapkan anggaran untuk OPD yang terintegrasi dalam MPP agar program tersebut segera laksanakan dengan baik.

” Untuk mensukseskan program tersebut, kita juga akan memprioritaskan program stunting, dengan program Tubaba menanam. Yang disebut keluarga Nenemo mandiri pangan.”Imbuhnya

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Transmigrasi (PMDT) Provinsi Lampung itu menyatakan pihaknya berharap kedepan pekarangan atau halaman rumah masyarakat yang ada di setiap Tiyuh itu tidak boleh lagi ada yang kosong.

” Semua pekarangan warga yang kosong harus dimanfaatkan dengan berisikan tanaman sayuran maupun buah-buahan. Kemudian, diintegrasikan dengan Kolam, Kandang dan Kebun (K3). Dan diprioritaskan untuk masyarakat yang tidak mampu. mereka boleh mengambil tanaman tersebut dengan gratis. Karena untuk pencegahan dan penanggulangan stunting. Jadi istilahnya, kita menyiapkan dapur dasar untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat yang tidak mampu,” Sambungnya.

Sementara insfratruktur, Zaidirina mengungkapkan, pada tahun 2023 mendatang, Pemkab Tubaba akan memprioritaskan pembangunan dan perbaikan jalan yang ada di Tiyuh-Tiyuh. yang selama ini belum dijamah oleh Pemkab. Dengan kriteria utama, jalan tersebut adalah jalan produktif.

” Jadi jalan itu ketika kita perbaiki bisa meningkatkan roda perekonomian masyarakat,” Ungkapnya.

Terakhir, Zaidirina menambahkan tentang program Smart Village. Dia menegaskan, Smart Village bukan sekedar aplikasi. Melainkan, sebuah rumah besar, yang dibangun berdasarkan data base.

“Jadi kita bohong bicara segala macem kalau datanya tidak benar. Yakni data valid. Kalau kita bicara stunting, kita punya data yang benar,” Imbuhnya.

Maka prinsip kerja Smart Village, sambungnya, berdasarkan data yang data itu dasarnya adalah NIK. Jadi pakai E-KTP Sehingga semua aktivitas masyarakat bisa tercatat. Kemudian, sasarannya bisa tepat, bisa efektif dan efisien. Dan semuanya berdasarkan data dan yang terakhir masyarakat bisa mendapatkan data. satu peta Indonesia, satu data Indonesia.

” Nah Smart Village ini menggunakan digitalisasi ya. Maka semua menjadi lebih mudah dan efisien. Karena sudah memanfaatkan kemajuan teknologi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak. Itu sebenarnya prinsip Smart Village,” Pungkasnya. (PN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *