Bandar Lampung (MDSNews) – Provinsi Lampung menempati peringkat kelima nasional dalam kasus keracunan massal yang terjadi pada program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan data Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) per Rabu (25/09/2025), tercatat 307 kasus keracunan MBG di Lampung.
Kasus terbaru menimpa 247 siswa di Kota Bandar Lampung. Para siswa mengalami gejala mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut. Dari jumlah itu, 12 siswa harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit maupun puskesmas, sedangkan sisanya hanya menjalani rawat jalan.
Hasil uji laboratorium awal Dinas Kesehatan Lampung menemukan adanya bakteri Escherichia coli (E. coli) dalam air bersih yang digunakan untuk mengolah makanan di dapur katering penyedia MBG. Kontaminasi inilah yang diduga menjadi pemicu keracunan massal.
Secara nasional, Jawa Barat menempati posisi pertama dengan 2.051 kasus keracunan MBG, disusul Daerah Istimewa Yogyakarta (905 kasus), Jawa Tengah (468 kasus), Bengkulu (456 kasus), dan Lampung (307 kasus).
Rentetan kasus keracunan ini memunculkan desakan kuat dari masyarakat agar pemerintah pusat maupun daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program MBG, terutama pada aspek pengawasan kualitas bahan pangan, proses pengolahan, dan standar kebersihan makanan.
Program yang sejatinya dirancang untuk meningkatkan gizi anak sekolah tersebut diharapkan tidak justru berubah menjadi ancaman bagi kesehatan para siswa. (Red).