Hadapi Libur Sekolah, SPPG Dapur MBG Kota Batu Tetap Berjalan: Komitmen Nyata Jaga Gizi Anak Tanpa Henti

DAERAH HOME LAMPUNG PROVINSI Tanggamus TERBARU

Tanggamus (Medinas_News) — Di saat sebagian aktivitas pendidikan memasuki masa libur sekolah, komitmen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG Yayasan Nusantara Alam Abadi justru tetap berjalan tanpa henti. Berlokasi di Jalan Ir. H. Juanda, Desa Kota Batu, RT 002, Kecamatan Kotaagung Pusat, Kabupaten Tanggamus, dapur MBG ini terus menyalurkan paket makanan bergizi bagi anak-anak sebagai bentuk kepedulian berkelanjutan terhadap pemenuhan gizi generasi muda.

Mengusung semangat “Makan Bergizi Hak Anak Indonesia”, SPPG Dapur MBG Kota Batu kembali menuai pujian dari kalangan pendidik, siswa, hingga masyarakat luas. Terlebih, dapur ini menerapkan sistem kemasan yang dapat di bawa pulang dan dinilai sangat humanis dan berkeadilan.

Selama lima hari, anak-anak menerima paket makanan kering bergizi dengan dua pilihan porsi, yakni porsi besar seharga Rp10.000 per hari dan porsi kecil Rp8.000 per hari. Meski terdapat perbedaan harga, menu, isi, dan kualitas makanan tetap disamakan, sehingga tidak ada anak yang merasa dibedakan.

Salah satu guru Mirwansyah S.Ag, selaku Humas MAN 1 Tanggamus, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap konsistensi dan kepedulian SPPG Dapur MBG Kota Batu, terlebih di momen libur sekolah.

“Ini yang saya sebut luar biasa. Saat sekolah libur, SPPG Dapur MBG Kota Batu justru tetap berjalan. Artinya, mereka benar-benar memikirkan kebutuhan gizi anak secara berkelanjutan, bukan sekadar program seremonial. Sistem subsidi silang yang diterapkan juga sangat mulia dan patut dicontoh,” ujar Mirwansyah.

Menurutnya, keberadaan dapur MBG Kota Batu telah menjadi bagian penting dalam mendukung proses tumbuh kembang anak, baik saat hari sekolah aktif maupun saat libur panjang.

Sementara itu, PIC SPPG Kota Batu, Yan Kusumawati, S.IP, menjelaskan bahwa keberlanjutan layanan selama libur sekolah merupakan bentuk tanggung jawab moral dan sosial SPPG terhadap anak-anak.

“Bagi kami, pemenuhan gizi anak tidak mengenal kata libur. Karena itu, meskipun sekolah sedang libur, dapur MBG Kota Batu tetap beroperasi dan menyalurkan paket makanan. Untuk paketnya, ada porsi besar Rp10.000 dan porsi kecil Rp8.000 per hari, namun menu dan kualitas tetap sama. Inilah bentuk subsidi silang agar semua anak mendapatkan hak yang setara,” jelas Yan Kusumawati.

Ia menegaskan bahwa SPPG Dapur MBG Kota Batu berkomitmen menjaga standar kebersihan, kualitas bahan, serta kandungan gizi agar makanan yang diterima anak-anak benar-benar aman, sehat, dan bermanfaat.

Apresiasi tulus juga datang dari kalangan siswa. Nabil Akmal Efendi, siswa kelas XII MAN 1 Tanggamus, mengaku sangat bersyukur dengan keberadaan Dapur MBG Kota Batu yang tetap menyalurkan makanan meski libur sekolah.

“Kami sebagai siswa merasa sangat diperhatikan. Walaupun sedang libur, kami tetap mendapatkan makanan bergizi. Makanannya enak, rapi, dan porsinya pas. Kami merasa semua diperlakukan sama. Terima kasih untuk Dapur MBG Kota Batu dan semua petugasnya,” ungkap Nabil.

Menurut Nabil, program MBG ini tidak hanya membantu pemenuhan gizi, tetapi juga memberikan rasa kepedulian dan kebersamaan yang sangat berarti bagi para siswa.

Keberadaan SPPG Dapur MBG Yayasan Nusantara Alam Abadi Pekon Kota Batu kini dinilai sebagai salah satu contoh nyata dapur MBG yang dikelola dengan penuh dedikasi, keikhlasan, dan visi jangka panjang. Tidak sekadar memasak dan membagikan makanan, tetapi juga menghadirkan harapan, perhatian, serta masa depan yang lebih sehat bagi anak-anak Tanggamus.

Dengan konsistensi layanan, sistem subsidi silang yang adil, serta komitmen tetap beroperasi di masa libur sekolah, Dapur MBG Kota Batu layak mendapat apresiasi dan menjadi role model bagi pelaksanaan program MBG di Kabupaten Tanggamus maupun Provinsi Lampung.

Jurnalis : (Erwin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *