Tanggamus (Medinas_News) – Kondisi pelayanan kesehatan di Kabupaten Tanggamus tengah menjadi sorotan serius publik. Sejumlah keluhan warga, khususnya dari Kecamatan Talang Padang, mencuat ke permukaan dan viral di media sosial, memunculkan gambaran carut-marutnya layanan kesehatan yang seharusnya menjadi garda terdepan pelayanan publik.
Sorotan utama tertuju pada Puskesmas Talang Padang yang beralamat di Jl. Raden Intan, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Keluhan warga disampaikan secara terbuka melalui grup Facebook warga Tanggamus dan mendapat banyak tanggapan dari masyarakat lainnya.
Salah satu unggahan yang ramai dibicarakan menceritakan pengalaman warga saat membawa anaknya yang sakit perut pada malam hari ke Puskesmas Talang Padang. Meski pintu puskesmas dalam kondisi terbuka, warga tersebut mengaku tidak langsung mendapat pelayanan.
Menurut pengakuannya, ia harus memanggil petugas berkali-kali hingga beberapa menit lamanya. Saat petugas akhirnya keluar, pelayanan yang diberikan justru dinilai tidak humanis.
“Bukannya langsung ditangani, malah ditanya dengan nada ketus, ‘Kenapa sakit perut malam?’,” tulis warga tersebut dalam unggahannya.
Keluhan tersebut langsung disambut komentar warga lainnya. Sejumlah anggota grup Facebook mengaku pernah mengalami kejadian serupa, mulai dari pelayanan lamban, sikap petugas yang dinilai kurang empati, hingga kesulitan mendapatkan surat rujukan dalam kondisi darurat.
Salah satu komentar menyebutkan, warga pernah meminta surat rujukan untuk kondisi medis mendesak, namun pelayanan tidak diberikan hanya karena persoalan administrasi, hingga akhirnya pasien harus mencari pertolongan ke fasilitas kesehatan lain.
Deretan keluhan ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: apakah pelayanan Puskesmas Talang Padang benar-benar siap melayani pasien 24 jam, atau hanya sekadar slogan?
Warga Talang Padang menilai, persoalan ini bukan lagi soal kesalahan individu, melainkan sudah menyangkut sistem pelayanan dan pengawasan yang lemah.
Mereka mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus untuk segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk memberikan sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran.
Tak hanya itu, sorotan publik juga diarahkan kepada Bupati Tanggamus agar tidak tinggal diam. Masyarakat meminta kepala daerah hadir dan bertindak tegas sesuai jargon Kabupaten Tanggamus, “Jalan Lurus”.
“Kalau benar jalan lurus, maka pelayanan kesehatan juga harus lurus. Jangan sampai rakyat dibiarkan kecewa dan merasa tidak dilayani,” tulis salah satu warga.
Sekilas Info: RSUD Batin Mangunang Juga Disorot.
Sebagai informasi, sorotan terhadap pelayanan kesehatan di Tanggamus juga sempat mengarah ke RSUD Batin Mangunang Islamic Centre Kotaagung, setelah adanya keluhan dari keluarga pasien terkait dugaan pelayanan yang tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Meski demikian, keluhan tersebut hanya menjadi gambaran tambahan bahwa pelayanan kesehatan di Kabupaten Tanggamus saat ini sedang tidak baik-baik saja, dan membutuhkan pembenahan serius dari hulu ke hilir.
Publik Menunggu Ketegasan Pemerintah Daerah.
Masyarakat berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus dan Bupati Tanggamus segera mengambil langkah konkret. Evaluasi menyeluruh, pembinaan, hingga tindakan tegas terhadap oknum tenaga kesehatan dinilai sangat diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Pelayanan kesehatan itu soal nyawa, bukan sekadar absen piket atau urusan administrasi. Kalau ini terus dibiarkan, kepercayaan rakyat akan runtuh,” tegas warga Talang Padang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Puskesmas Talang Padang, RSUD Batin Mangunang, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan masyarakat yang beredar luas di media sosial.
Jurnalis : (Erwin).