Ratusan Relawan MBG Dibekali Ilmu Penting, Firlinda Tegaskan Komitmen Cetak Dapur Sehat dan Profesional di Tanggamus

DAERAH HOME LAMPUNG Tanggamus TERBARU

Tanggamus (Medinas_News) — Semangat gotong royong dan pengabdian terpancar kuat dari ratusan peserta yang tergabung dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah naungan Yayasan Nusantara Alam Abadi Lampung.

Mereka dengan penuh antusias mengikuti Pelatihan Penjamah Makanan sebagai langkah strategis menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (9/1/2029), di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Pekon Kota Batu, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus.

Pelatihan ini menjadi momentum penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang bukan hanya siap kerja, tetapi juga berkompeten, disiplin, dan berstandar tinggi dalam pengelolaan makanan bergizi bagi masyarakat. Relawan dari SPPG Gunung Sari, Kecamatan Ulu Belu, serta SPPG Way Khilau, Kecamatan Cukuh Balak, tampak serius menyerap materi demi satu tujuan mulia: memastikan setiap sajian MBG aman, sehat, dan layak konsumsi.

Kegiatan ini dirancang untuk membekali para relawan dengan pemahaman mendalam terkait higienitas, keamanan pangan, serta tata kelola dapur sehat sesuai standar yang ditetapkan. Tak sekadar pelatihan teknis, acara ini juga menjadi ruang penguatan mental pengabdian dan tanggung jawab sosial.

Hadir langsung dan menjadi sorotan utama, Ketua Yayasan Nusantara Alam Abadi Lampung, Firlinda S.H., S.E., M.Kn., M.H, tampil penuh wibawa dan inspiratif. Turut hadir pula Koordinator Wilayah SPPI Kabupaten Tanggamus Panji, Danposal Kota Agung, perwakilan Kecamatan Kota Agung, serta Kepala SPPG Gunung Sari dan Kepala SPPG Way Khilau, yang menegaskan kuatnya sinergi lintas sektor dalam mendukung program strategis nasional ini.

Dalam sambutannya, Firlinda menyampaikan apresiasi mendalam atas semangat dan dedikasi para relawan. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar formalitas, melainkan pondasi utama bagi keberhasilan Program MBG di lapangan.

“Selamat datang di Kota Agung. Pelatihan Penjamah Makanan ini adalah tahapan krusial untuk membentuk relawan yang profesional, bertanggung jawab, dan benar-benar siap mengabdi di dapur MBG,” tegas Firlinda.

Dengan penuh ketegasan namun sarat motivasi, Firlinda mengingatkan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi kunci utama keberlangsungan program. Ia berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruangan, tetapi hidup dan diterapkan secara nyata di dapur masing-masing SPPG.

“Program MBG bukan hanya soal memberi makan, tetapi memastikan makanan itu aman, bergizi, dan dikelola dengan standar terbaik. Saya yakin, dari pelatihan ini akan lahir relawan-relawan hebat yang menjadi garda terdepan pemenuhan gizi masyarakat,” imbuhnya penuh optimisme.

Pelatihan ini sekaligus menegaskan komitmen Yayasan Nusantara Alam Abadi Lampung di bawah kepemimpinan Firlinda dalam mendukung penuh kebijakan pemerintah, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat sejak dini.

Dengan semangat kolaborasi dan pembekalan yang matang, para relawan SPPG diharapkan siap menjadi ujung tombak dapur MBG yang bersih, sehat, dan terpercaya, sekaligus menjadi contoh nyata bahwa pengabdian yang dikelola dengan baik akan melahirkan dampak besar bagi masa depan generasi bangsa.
Jurnalis : (Erwin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *