BANDARLAMPUNG (MDSnews) – Warga kembali mendesak penutupan Arwana Homestay yang berlokasi di jalan Ikan Mujair Kelurahan Talang, Kecamatan Telukbetung Selatan Kota Bandarlampung.
Desakan itu disampaikan perwakilan warga kepada Lurah Talang Nani Eliana saat pertemuan bersama pemilik Arwana Homstay bersama sejumlah tokoh agama, dan masyarakat di kantor kelurahan setempat, Minggu (11/01/2026).
Pantauan di lapangan, salam pertemuan itu terjadi ketegangan antara pemilik Arwana Homstay dengan warga lingkungan 1 dan 2 Kelurahan Talang.
Pasalnya, pemilik Arwana Homstay mengkalim telah mengantongi ijin usaha dari Pemkot Bandarlampung yakni, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) dan Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Hamdi, salah satu warga menyatakan, desakan agar Arwana Homstay ditutup karena sejak awal keberadaannya tidak ada ijin lingkungan. Namun, setelah diprotes warga ijin lingkungan, dan lainnya baru diurus oleh pemilik Arwana Homstay.
“Kami minta Arwana Homstay, yang berkedok syariah itu ditutup karena diduga dijadikan tempat maksiat,” kata Hamdi.
Menurutnya, keberadaan Arwana Homstay di lingkungan 1 dan 2 Kelurahan Talang tidak ada manfaatnya untuk masyarakat setempat.
“Arwana Homstay, sangat meresahkan warga, karena setiap malam kular-kilir orang yang tidak jelas darimana asalnya,” tukas Hamdi.
Hamdi juga berharap, Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana untuk segera merespon desakan masyarakat Kelurahan Talang, yang meminta Arwana Homstay ditutup.
Sementara itu, Lurah Talang, Nani Eliana menyatakan, aspirasi yang disampaikan warga akan disampaikan kepada Camat Telukbetuk Selatan, dan diteruskan ke Walikota Bandarlampung.
“Kami tidak bisa penutupnya, karena selain Arwana Homstay telah ada izin juga harus pihak yang berwenang untuk menutupnya,” jelas Nani.
Sedangkan, Oniel pemilik Arwana Homsetay meminta tidak adanya penutupan sementara tempat usahanya, karena secara resmi izinnya telah ada.
“Saya punya izin, untuk usaha homestay dari Dinas Perkim dan DPMPTSP. Namun, izin dari Dinas Pariwisata belum ada,” tandasnya. (Firman)