Soal HOTS Jadi Strategi Baru Disdikbud Lampung Tingkatkan Daya Juang Siswa

Bandar Lampung DAERAH HOME LAMPUNG TERBARU

BANDAR LAMPUNG (MDSnews) — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung menyiapkan strategi baru untuk meningkatkan kemampuan akademik peserta didik melalui pembiasaan mengerjakan soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Kepala Disdikbud Lampung, Thomas Amirico, mengatakan program tersebut akan mulai dijalankan pada bulan depan dengan fokus pada penguatan tiga mata pelajaran inti, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika.

“Ini merupakan strategi baru yang akan segera dieksekusi. Tujuannya agar kemampuan nalar siswa, khususnya dalam memahami soal kontekstual, semakin terasah,” ujar Thomas di Bandarlampung, Rabu.

Ia menjelaskan, latihan HOTS akan diberikan kepada siswa kelas X hingga XII dengan tingkat kesulitan yang disusun bertahap, mulai dari kategori ringan, sedang, hingga tinggi. Latihan tersebut dirancang rutin setiap pekan dengan hari pelaksanaan yang telah ditentukan.

“Anak-anak perlu dibiasakan membaca soal panjang dan memahami konteksnya. Selama ini bukan materi yang tidak mereka kuasai, melainkan daya juang dan ketekunan dalam membaca serta bernalar yang masih rendah,” jelasnya.

Menurut Thomas, kebijakan ini lahir dari hasil evaluasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang telah dilaksanakan. Meski sejumlah sekolah di Lampung mampu mencatatkan nilai di atas rata-rata nasional, secara umum kemampuan bernalar siswa dinilai masih perlu didorong secara masif agar tidak tertinggal.

Ia menyoroti literasi dan numerasi, khususnya pada mata pelajaran Matematika, yang masih menjadi tantangan akibat rendahnya semangat siswa dalam menyelesaikan soal-soal berbasis cerita panjang.

Selain latihan mingguan di sekolah, Disdikbud Lampung juga berencana menggelar tes serentak secara berkala setiap dua hingga tiga bulan sekali. Tes tersebut bertujuan memetakan kemampuan kognitif siswa secara lebih akurat dan berkelanjutan.

“Saat ini kami sedang merampungkan bank soal dan akan segera melakukan rapat teknis bersama MGMP Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika,” katanya.

Hasil dari tes rutin tersebut nantinya akan menjadi acuan penting bagi sekolah dalam melakukan pemetaan kemampuan siswa saat naik ke kelas XI dan XII. Siswa akan dikelompokkan ke dalam kategori berstandar tinggi, sedang, serta kelompok yang membutuhkan pendampingan khusus.

“Dengan pemetaan ini, intervensi pendidikan bisa lebih tepat sasaran. Insyaallah, program ini sudah mulai berjalan paling lambat bulan depan,” pungkas Thomas. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *