VIRAL DI TIKTOK! Oknum Parkir Liar Diduga Resahkan Wisatawan di Kawasan Pantai di Tanggamus

DAERAH HOME LAMPUNG Tanggamus TERBARU

Tanggamus (Medinas_News) — Sebuah video viral di media sosial TikTok kembali menyita perhatian publik. Video yang diunggah oleh akun @Rinabayu pada Minggu, 18 Januari 2026, menyoroti dugaan aksi oknum parkir liar yang dinilai meresahkan pengunjung di kawasan di sekitar pantai wisata Kecamatan Kota Agung Timur dan Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus.

Dalam video tersebut, pengunggah menyampaikan keluhan saat dirinya hanya parkir di pinggir jalan, bukan di area pintu masuk objek wisata. Namun, beberapa orang diduga oknum parkir tiba-tiba datang membawa karcis dan meminta uang parkir sebesar Rp50 ribu, dengan alasan lokasi tersebut merupakan “kawasan mereka”.

“Padahal ini bukan tempat masuk wisata, cuma di pinggir jalan. Tapi tetap diminta bayar,” tulis akun @Rinabayu dalam unggahannya.

Meski tidak disebutkan secara detail nama lokasi pantai, namun dari keterangan dan visual video, kejadian tersebut diduga berada di sekitar kawasan Pantai Pehabung hingga Pantai Batu Balai, Kecamatan Kota Agung Timur. atau sekitar Pantai di Kecamatan Limau.

Unggahan ini memicu reaksi beragam dari warganet. Mayoritas komentar mengecam keras perilaku oknum parkir liar yang dinilai mencederai kenyamanan wisatawan dan berpotensi merusak citra pariwisata daerah.

Akun Andisaputra berkomentar:

“Kadang bingung sama anak-anak itu, padahal sudah kenal, tapi masih aja diminta.”

Komentar lain dari akun @Tantawi Apriansah menilai praktik seperti ini seharusnya tidak terjadi:

“Pantai Pesawaran aja gak banyak pungli.”

Sementara warganet lainnya menegaskan bahwa oknum-oknum seperti inilah yang justru membuat wisatawan enggan berkunjung kembali.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa keberadaan oknum parkir liar perlu mendapat penertiban serius. Masyarakat berharap aparat penegak hukum dan instansi terkait dapat segera turun tangan untuk menindak tegas oknum-oknum yang bertindak di luar aturan.

Penertiban ini dinilai penting agar kenyamanan dan rasa aman wisatawan tetap terjaga, serta potensi wisata Tanggamus dapat berkembang secara sehat dan berkelanjutan.

Dengan pengelolaan yang tertib dan penegakan aturan yang tegas, masyarakat optimistis sektor pariwisata di Tanggamus dapat terus tumbuh tanpa tercoreng oleh ulah segelintir oknum yang meresahkan.

Jurnalis : (Erwin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *