Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Agus Sutanto, kembali menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP-WK) ke-2 di Desa Rawa Selapan, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (31/01/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan bermasyarakat dan bernegara agar benar-benar tertanam dalam diri setiap warga.
“Sosialisasi ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan bermasyarakat dan bernegara, sehingga nilai-nilai tersebut benar-benar tertanam dalam diri masing-masing,” ujar Agus Sutanto, yang juga merupakan Anggota Fraksi Golkar DPRD Provinsi Lampung.
Lebih lanjut, Ketua DPD Partai Golkar Lampung Selatan tersebut menegaskan bahwa pengamalan nilai-nilai Pancasila harus terus diperkuat, khususnya di tingkat desa, guna menjaga persatuan dan kerukunan sosial di tengah masyarakat.
“Pancasila bukan sekadar slogan, tetapi pedoman hidup. Jika nilai-nilainya benar-benar kita terapkan, maka konflik sosial dapat dicegah dan pembangunan desa dapat berjalan dengan baik,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Agus Sutanto menghadirkan dua narasumber, yakni Derri Kusuma, SE dan A. Muslim, SE, yang merupakan Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan. Keduanya menyampaikan materi terkait implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari serta peran aktif masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial dan demokrasi di tingkat lokal.
“Silakan ikuti kegiatan ini dengan baik. Para narasumber akan memaparkan bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari serta pentingnya peran masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial dan demokrasi di tingkat desa,” kata Agus.
Melalui kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila ini, Agus Sutanto berharap masyarakat Desa Rawa Selapan semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan begitu, kita berharap tercipta lingkungan desa yang aman, rukun, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Sementara itu, Derri Kusuma, (narasumber), menekankan pentingnya semangat gotong royong dan musyawarah dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di lingkungan desa.
“Saya mengingatkan bahwa budaya gotong royong harus tetap terjaga di lingkungan sekitar. Gotong royong merupakan ciri khas bangsa kita untuk menjaga kebersamaan dalam bingkai kebhinnekaan,” tegasnya.
Narasumber kedua, A. Muslim, menyampaikan bahwa kegiatan Sosialisasi Pancasila menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk terus saling mengingatkan akan dasar negara sebagai pedoman hidup dalam bermasyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kita semua wajib saling mengingatkan agar masyarakat tetap menjunjung tinggi nilai toleransi dan persatuan di tengah keberagaman,” tutupnya.