Tanggamus (Medinas_News) — Tanggal 20 Februari 2026 tercatat sebagai momentum reflektif bagi perjalanan pemerintahan di Kabupaten Tanggamus. Tepat satu tahun sudah Bupati dan Wakil Bupati mengemban amanah rakyat, satu tahun yang bukan sekadar hitungan waktu, melainkan rangkaian ikhtiar, ujian, dan komitmen untuk tetap berjalan di Jalan Lurus.
Sejak awal kepemimpinan, jargon Jalan Lurus bukan hanya slogan yang indah didengar, tetapi menjadi penanda arah. Jalan Lurus dimaknai sebagai keberanian mengambil keputusan yang benar, konsistensi dalam bekerja, serta komitmen untuk tidak menyimpang dari kepentingan rakyat. Dalam praktiknya, Jalan Lurus diuji oleh realitas birokrasi, keterbatasan fiskal, dan beragam ekspektasi publik yang begitu tinggi. Namun, justru di situlah nilai kepemimpinan diuji.
Tahun pertama adalah masa paling menentukan. Janji politik berhadapan langsung dengan fakta lapangan. Pemerintah daerah dituntut untuk bergerak cepat, namun tetap cermat. Dalam satu tahun ini, Pemerintahan Tanggamus menunjukkan upaya nyata untuk menata ulang fondasi pembangunan: memperbaiki pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan masyarakat. Semua itu dilakukan dengan satu benang merah—tetap berada di Jalan Lurus.
Pemerintahan ini tampak memilih jalur kerja yang tenang, tidak gaduh, namun konsisten. Tidak semua kebijakan harus terdengar besar, tetapi harus terasa manfaatnya. Pendekatan yang membumi, keberanian untuk turun langsung mendengar aspirasi, serta kemauan menerima kritik menjadi ciri yang patut dicatat. Jalan Lurus dalam konteks ini berarti bekerja apa adanya, jujur pada proses, dan setia pada tujuan awal pengabdian.
Tentu, perjalanan ini tidak steril dari kritik. Masih ada pekerjaan rumah, masih ada harapan yang belum sepenuhnya terjawab. Namun yang membedakan adalah sikap kepemimpinan yang tidak menutup telinga. Kritik tidak dipandang sebagai gangguan, melainkan sebagai pengingat agar langkah tidak melenceng dari Jalan Lurus yang telah dicanangkan.
Satu tahun memang belum cukup untuk menilai hasil secara utuh. Tetapi satu tahun cukup untuk melihat arah. Dan arah itu kini tampak jelas: membangun Tanggamus secara bertahap, berkelanjutan, dan berkeadilan. Pemerintahan ini sedang menanam, meski hasilnya mungkin baru akan dipanen pada waktu yang tepat.
Refleksi satu tahun ini semestinya menjadi penguat tekad, bukan ruang untuk berpuas diri. Jalan ke depan masih panjang dan penuh tantangan. Namun selama kompas kepemimpinan tetap menunjuk pada Jalan Lurus, jalan kejujuran, kerja nyata, dan keberpihakan pada rakyat, maka optimisme publik akan terus terjaga.
Tanggamus tidak membutuhkan janji yang berlebihan. Tanggamus membutuhkan kepemimpinan yang konsisten. Dan satu tahun perjalanan ini memberi sinyal bahwa pemerintahan hari ini sedang berusaha setia pada jalannya sendiri: Jalan Lurus untuk Tanggamus yang lebih baik.
Penulis : Erwin.