Tanggamus (Medinas_News) — Kondisi infrastruktur jalan yang rusak dan berlubang di hampir seluruh kecamatan Kabupaten Tanggamus menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Lampung. Persoalan klasik yang selama bertahun-tahun menghambat pergerakan ekonomi, akses pendidikan, serta sektor pariwisata itu kini mulai dijawab melalui percepatan pembangunan jalan penyangga.
Komitmen tersebut mengemuka saat kunjungan kerja Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, dalam agenda Safari Ramadan 1447 H Pemerintah Provinsi Lampung yang dipusatkan di Masjid Jami Hidayatul Muttaqien, Kamis (26/02/2026).
Pemerintah Provinsi Lampung pada tahun anggaran 2026 mengalokasikan dana sebesar Rp81,76 miliar untuk rekonstruksi jalan di Kabupaten Tanggamus. Anggaran tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya dan diarahkan pada ruas-ruas strategis yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat serta akses menuju destinasi wisata unggulan.
Ruas jalan di kawasan penyangga ekonomi dan jalur pariwisata, termasuk akses menuju wilayah pesisir seperti Teluk Kiluan, menjadi prioritas utama. Selama ini, potensi pariwisata yang besar kerap terhambat oleh kondisi jalan yang rusak, berlubang, dan membahayakan keselamatan pengguna.
Di tengah keluhan masyarakat yang hampir merata di setiap kecamatan akibat jalan berlubang dan rusak parah, langkah rekonstruksi ini dipandang sebagai upaya strategis untuk memulihkan kepercayaan publik sekaligus mempercepat roda perekonomian daerah. Infrastruktur jalan dinilai bukan hanya soal konektivitas, tetapi juga wajah pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
Selain sektor infrastruktur, Pemerintah Provinsi Lampung juga mendorong program pembangunan lainnya secara paralel, mulai dari pembebasan uang komite SMA/SMK Negeri, pembangunan Sekolah Rakyat, hingga penguatan ekonomi desa melalui program Desaku Maju yang menitikberatkan pada hilirisasi pertanian dan kemudahan akses pupuk.
Sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten turut diperkuat dengan langkah Pemerintah Kabupaten Tanggamus yang mengalokasikan sekitar Rp100 miliar dari APBD untuk perbaikan jalan lokal. Kolaborasi ini dinilai krusial mengingat keterbatasan fiskal daerah dan luasnya wilayah yang membutuhkan penanganan infrastruktur.
Sementara itu, Moh. Saleh Asnawi menyambut positif perhatian berkelanjutan Pemerintah Provinsi Lampung terhadap Tanggamus. Menurutnya, kehadiran jajaran pemerintah provinsi bukan hanya membawa program pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat ikatan emosional dan komitmen bersama dalam membangun daerah.
Kunjungan tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan renovasi rumah ibadah serta santunan bagi anak yatim dan kaum duafa, menegaskan bahwa pembangunan tidak semata berorientasi pada fisik, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan spiritual masyarakat.
Di tengah harapan masyarakat akan jalan yang layak dan aman, realisasi pembangunan ini diharapkan mampu menjadi titik balik bagi Tanggamus, mengurai persoalan ribuan lubang jalan sekaligus membuka jalan baru bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Jurnalis : (Erwin).