LAMPUNG UTARA (MDsNews) – Transparansi pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan BOSDa Tahun Anggaran 2025 di SMAN 1 Abung Selatan kini berada di bawah mikroskop publik. Meski anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana (Sarpras) dikabarkan menembus angka Rp77 juta, kondisi fisik sekolah justru menunjukkan pemandangan yang kontras dan mengkhawatirkan.
Hasil penelusuran di lingkungan sekolah mengungkap sederet kerusakan yang berpotensi membahayakan keselamatan siswa. Instalasi listrik rusak dengan kabel terbuka di ruang kelas. Meja dan kursi siswa hancur serta dipenuhi coretan tanpa upaya perbaikan pengecatan.
Plafon bocor dan berlubang di berbagai titik. Banyak ruang kelas gelap karena lampu tidak dipasang meskipun fitting tersedia. Halaman sekolah tidak terawat dan ditumbuhi rumput liar.
Kondisi ini memicu spekulasi mengenai efektivitas penggunaan dana. Sumber internal sekolah menyebutkan adanya dugaan pengelolaan anggaran yang “sentralistik” di tangan Kepala Sekolah.
Bendahara sekolah diduga hanya menjalankan fungsi administratif pencairan. Faktanya, plafon tetap bolong dan bahkan ruang kelas yang baru direhab pun hanya dipasang lampu paruh saja,” ungkap sumber yang identitasnya dirahasiakan, Senin (2/3/2026).
Selain dana pemeliharaan, sorotan tajam juga tertuju pada pos pengembangan perpustakaan. Meski dianggarkan rutin setiap tahun dengan angka fantastis-mencapai Rp60 juta pada tahun 2025 kualitas ruang baca dan mutu perpustakaan dinilai jalan di tempat tanpa peningkatan signifikan.
Publik dan warga sekolah kini mendesak adanya evaluasi menyeluruh dari dinas terkait. Tim monitoring diminta untuk bekerja lebih profesional dan tidak sekadar melakukan tinjauan formalitas.
“Harus ada evaluasi, tim monitoring kalau turun harus periksa semua yang berhubungan dengan dana BOS di sini. Jangan sampai hak siswa atas fasilitas yang layak dikorbankan,” tiga sumber tersebut.
Sayangnya, hingga berita ini ditayangkan Kepala SMAN 1 Abung Selatan belum bisa dikonfirmasi guna mendapatkan keterangan pemberitaan yang berimbang. (Rma)