Atas Meninggalnya Pasien Di RSIA Puri Betik Hati Bandar Lampung Masuk Tahap Pemeriksaan Oleh Dinas Kesehatan   

Bandar Lampung DAERAH HOME LAMPUNG TERBARU

Bandar Lampung  (MDS) — Seorang anak bernama Abizar Fathan Athallah meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Puri Betik Hati beberapa hari lalu, orang tua korban melapor ke dinas kesehatan provinsi lampung atas kelalaian dalam penanganan medis yang diberikan kepada korban, Rabu (04/03/2026).

Dengan beredarnya pemberitaan mengenai salah seorang anak bernama Abizar Fathan Athallah anak Dari Muslim warga

Perum Griya GMI Blok B4/35 Bandarlampung, yang Diduga Kelalaian pihak rumah sakit Menuai kritik,

Orang tua korban, mengungkapkan kronologi kejadian yang menimpa anaknya,Muslim, menyebut peristiwa bermula pada 15 Februari 2026 sekitar pukul 23.00 WIB saat dirinya membawa sang anak ke Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit tersebut dengan keluhan muntah-muntah dan sakit perut hebat.

“Awalnya dokter menyampaikan anak saya akan diberikan suntikan pereda nyeri dan anti mual, Jika membaik bisa rawat jalan,” ungkapnya.

Namun, saat proses administrasi, Muslim mengaku diminta melakukan pembayaran karena layanan rawat jalan disebut tidak dapat menggunakan BPJS Kesehatan. Karena tidak memiliki biaya, pihak rumah sakit kemudian menyarankan agar anaknya menjalani rawat inap supaya bisa menggunakan fasilitas BPJS.

“Setelah proses administrasi selesai, barulah anak saya mendapatkan tindakan medis berupa suntikan, pemasangan infus, serta pengambilan sampel darah,” jelasnya.

Selama menjalani perawatan, ” kondisi anak saya terus memburuk, Abizar mengalami muntah berulang hingga belasan kali dan terus mengeluhkan nyeri hebat di bagian perut “.

Muslim, mengaku telah berulang kali melaporkan kondisi anaknya kepada perawat jaga. Namun, menurutnya, penanganan yang diberikan hanya berupa obat pereda nyeri seperti paracetamol.

“Anak saya terus meringis kesakitan. Saya sudah bolak-balik lapor, tapi hanya diberikan obat pereda nyeri,” katanya.

Atas peristiwa tersebut, Muslim mengaku telah melaporkan kejadian ini kepada Dinas Kesehatan agar dapat segera ditindak lanjuti.

Saat Rifki Salah Seorang Wartawan Surat Kabar Harian (SKH) Medinas Lampung Mencoba menghubungi pihak rumah sakit Melalui surat ke pimpinan pihak rumah sakit, tidak ada respons untuk klarifikasi terkait meninggalnya salah seorang pasien, hanya saja salah seorang Pegawai yang dimana kami titipkan surat iya memberi tahu lewat pesan singkat WhatsApp (WA), kalo peristiwa kejadian ini sedang di tangani Oleh Pihak dinas kesehatan,. Tutupnya ( RIFKI )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *