Sorotan kelola dana BOS 2025, kepala SMAN 1 Abung Selatan Akui Adanya Kelalaian

DAERAH LAMPUNG Lampung Utara TERBARU

​LAMPUNG UTARA (MDs_News) – Tata kelola penyerapan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMAN 1 Abung Selatan kini tengah menjadi pusat perhatian. Menanggapi sorotan publik terkait kondisi fisik sekolah yang dinilai memprihatinkan, Kepala Sekolah, Hairani, akhirnya memberikan klarifikasi resmi pada Rabu (4/3/2026).

​Dalam pertemuan di ruang kerjanya, Hairani secara terbuka mengakui adanya kekurangan dalam pengawasan pemeliharaan fasilitas sekolah. Ia menyampaikan permohonan maaf atas kondisi teknis, terutama terkait instalasi listrik yang dikeluhkan banyak pihak.

​“Kalau soal kabel-kabel listrik itu, saya minta maaf. Itu murni kesalahan kami,” ujar Hairani dengan nada menyesal.

​Meski mengusung slogan BRI (Bersih, Rapih, Indah), kondisi di lapangan menunjukkan pemandangan berbeda. Pantauan di lokasi memperlihatkan halaman sekolah yang masih ditumbuhi rumput liar dan sampah yang berserakan.

​Terkait hal tersebut, Hairani menegaskan bahwa upaya perbaikan telah mulai berjalan sejak awal pekan ini. Ia pun berharap agar persoalan dana BOS ini tidak terus diperpanjang.

​“Sebenarnya dari hari Senin sudah dikerjakan perbaikannya. Sudah lah, jangan dibahas lagi. Sekolah saya ini BRI,” tambahnya.

​Di sisi lain, Bendahara BOS SMAN 1 Abung Selatan, Realita, membeberkan rincian alokasi anggaran yang cukup besar untuk sarana prasarana. Pada tahun 2025, anggaran perpustakaan mencapai Rp70 juta, sementara untuk tahun 2026 dialokasikan sebesar Rp40 juta. Selain itu, terdapat pula anggaran mesin praktik sebesar Rp20 juta.

​Mengenai dana perawatan fisik yang menjadi sorotan, Realita menjelaskan bahwa anggaran tersebut bersifat global dan mencakup banyak aspek kerusakan.

​”Dana perawatan itu mencakup semua, bukan hanya plafon. Ada perbaikan pintu WC dan lainnya. Saat ini tukang masih bekerja memperbaiki plafon yang bolong, memang belum selesai semua,” jelas Realita, meskipun ia mengaku tidak mengingat secara mendetail total nominal anggaran perawatan tersebut.

​Persoalan ini juga menyeret nama Alex, operator Dapodik sekolah. Alex mengaku telah menerima penugasan langsung dari kepala sekolah sejak tahun 2022. Selama hampir empat tahun terakhir, ia rutin menerima honorarium tambahan yang sumber dananya berasal dari alokasi dana BOS.

​Kini, publik menunggu apakah langkah perbaikan fisik yang sedang dilakukan pihak sekolah benar-benar akan sejalan dengan besarnya anggaran yang telah dikucurkan, guna mewujudkan lingkungan belajar yang layak bagi para siswa. (Rma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *