Suasana Hening Penuh Makna di Lapas Kotaagung: Remisi Nyepi Jadi Titik Balik Harapan Baru

DAERAH HOME LAMPUNG Tanggamus TERBARU

Tanggamus (Medinas_News) — Dalam balutan keheningan yang menjadi ciri khas perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, sebuah momen sarat makna hadir di Lapas Kelas IIB Kotaagung. Di balik tembok yang selama ini identik dengan keterbatasan, terselip secercah harapan yang tumbuh perlahan namun pasti.

Pemberian remisi khusus Hari Raya Nyepi bukan sekadar seremoni administratif. Ia menjelma menjadi ruang refleksi, sebuah pengakuan atas perjalanan perubahan, sekaligus simbol bahwa setiap usaha menuju kebaikan tidak pernah sia-sia.

Tahun ini, remisi diberikan kepada satu orang warga binaan beragama Hindu yang dinilai telah menunjukkan perkembangan positif. Perubahan itu tidak datang secara instan—melainkan melalui proses panjang, dari menjaga perilaku, menumbuhkan kesadaran diri, hingga aktif mengikuti berbagai program pembinaan di dalam lapas.

Kepala Lapas Kelas IIB Kotaagung menegaskan bahwa remisi adalah wujud nyata kepercayaan negara. Sebuah penghargaan bagi mereka yang berjuang memperbaiki diri di tengah keterbatasan.

“Remisi bukan hanya pengurangan masa hukuman. Ini adalah bentuk motivasi, dorongan agar warga binaan terus melangkah ke arah yang lebih baik dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Di tengah sunyi Nyepi yang mengajarkan tentang perenungan, momen ini terasa semakin dalam. Seolah menjadi pengingat bahwa perubahan sejati lahir dari kesadaran, dari keheningan, dan dari keberanian untuk memperbaiki diri.

Lebih dari itu, peristiwa ini menegaskan bahwa sistem pemasyarakatan bukan sekadar tempat menjalani hukuman. Ia adalah ruang pembelajaran, tempat di mana harapan dirawat, perubahan dibentuk, dan kesempatan kedua disiapkan.

Pemberian remisi Nyepi di Lapas Kotaagung menjadi simbol yang kuat, bahwa di balik sunyi, selalu ada cahaya. Bahwa di balik masa lalu, masih terbuka jalan menuju masa depan.

Dan bahwa sekecil apa pun langkah perubahan, tetap layak dihargai.

Jurnalis : (Erwin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *