Tanggamus (Medinas_News) — Nuansa sakral, penuh kekeluargaan, dan sarat nilai budaya begitu terasa dalam kegiatan Halal Bihalal Muli Mekhanai Makhga Gunung Alip yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Talang Padang, Selasa (24/3/2026).
Acara yang dikemas dengan balutan adat dan tradisi Lampung ini menjadi lebih dari sekadar ajang silaturahmi pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Ia menjelma menjadi panggung kebangkitan budaya, mempererat hubungan antara generasi muda dengan para punyimbang adat dalam bingkai kearifan lokal yang terus dijaga.
Kegiatan ini turut dihadiri langsung oleh Bupati Tanggamus, Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, MA., MH, yang didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Marhasan Samba, Kabid Pengembangan Pariwisata Winda Fidriani, S.Pd, serta Camat Talang Padang Jhoni Rizal, S.Sos, dan para punyimbang adat Makhga Gunung Alip.
Bupati Tanggamus Drs Hi Moh Seleh Asnawi menegaskan pentingnya peran generasi muda, khususnya Muli Mekhanai, dalam menjaga dan mengembangkan budaya Lampung.
“Muli Mekhanai harus menjadi garda terdepan dalam menghidupkan kembali budaya Lampung di Kabupaten Tanggamus. Jangan sampai warisan leluhur kita hilang ditelan zaman. Selain itu, generasi muda juga harus aktif mendukung pembangunan daerah dengan semangat kebersamaan dan gotong royong,” tegasnya.
Pesan tersebut disambut antusias oleh para peserta yang hadir, sebagai bentuk dorongan moral untuk terus bergerak melestarikan budaya, khususnya budaya Lampung Sai Batin yang menjadi identitas kuat masyarakat Tanggamus.
Sementara itu, salah satu panitia kegiatan, M. Alfiqram, menyampaikan harapannya agar Muli Mekhanai Makhga Gunung Alip dapat terus eksis dan berkontribusi nyata dalam pengembangan seni budaya daerah.
“Kami berharap Muli Mekhanai tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar menjadi pelaku aktif dalam menjaga, merawat, dan mengembangkan seni budaya Lampung, khususnya Sai Batin. Ini adalah tanggung jawab bersama yang harus kita jaga dengan penuh kebanggaan,” ujarnya.
Kegiatan Halal Bihalal ini juga diwarnai dengan interaksi hangat antara generasi muda dan para tokoh adat, memperkuat nilai-nilai kebersamaan serta mempertegas posisi adat sebagai fondasi kehidupan masyarakat.
Dengan kemasan budaya yang kental, acara ini menjadi bukti bahwa tradisi dan modernitas dapat berjalan beriringan. Muli Mekhanai Makhga Gunung Alip pun tampil sebagai simbol harapan, bahwa di tangan generasi muda, budaya Lampung akan terus hidup, berkembang, dan bersinar di tengah arus zaman.
Momentum ini bukan hanya perayaan, tetapi juga penegasan bahwa identitas budaya adalah jati diri yang harus dijaga, diwariskan, dan dibanggakan sepanjang masa.
Jurnalis : (Erwin).