Lampura Darurat Sampah. Rakyat Hirup Bau Busuk, DLH Malah Sibuk Belanja Baju Olahraga

DAERAH LAMPUNG Lampung Utara TERBARU

Lampung Utara (MDs_News) – Keluhan masyarakat terkait sampah menumpuk dan bau menyengat di sejumlah titik masih terus bermunculan. Namun di saat yang sama, penggunaan anggaran di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Utara justru memunculkan tanda tanya soal prioritas.

Berdasarkan Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2025, belanja pakaian olahraga tercatat mencapai Rp88.838.850 atau terserap hingga 93,9 persen. Sementara itu, anggaran kendaraan operasional lebih banyak dialokasikan untuk pembelian alat dan suku cadang atau pemeliharaan, bukan penambahan armada baru.

Di lapangan, kondisi berbeda dirasakan masyarakat. Tumpukan sampah yang tidak segera terangkut kerap menimbulkan bau tak sedap dan mengganggu aktivitas warga sehari-hari.

“Kadang sampah sampai berhari-hari tidak diangkut, baunya menyengat sekali, apalagi kalau hujan,” ujar Enka salah satu warga.

Situasi ini memunculkan kesan bahwa penguatan layanan kebersihan belum sepenuhnya menjadi fokus utama. Pasalnya, di tengah persoalan mendasar tersebut, belanja non-teknis seperti pakaian olahraga justru hampir terserap penuh dengan nilai mendekati Rp 90 juta.

Di sisi lain, belanja kendaraan memang tercatat, namun lebih difokuskan pada pemeliharaan melalui suku cadang. Tanpa adanya penambahan armada yang signifikan, kapasitas pengangkutan sampah dinilai tetap terbatas.

Kondisi ini semakin menjadi perhatian jika dikaitkan dengan hasil audit sebelumnya.

Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan Tahun 2025 atas Tahun Anggaran 2024, BPK menemukan adanya ketidakwajaran pada belanja bahan bakar dan pelumas sebesar Rp 382.179.272, yang terdiri dari Rp48.168.000 dan Rp334.011.272.

Temuan tersebut dinilai memperkuat perlunya evaluasi terhadap pengelolaan anggaran, khususnya yang berkaitan dengan operasional kendaraan dan layanan kebersihan.

Masyarakat menilai, ketidaksesuaian antara kondisi di lapangan dan arah belanja dapat berdampak pada persepsi publik.

“Ketika masyarakat masih menghadapi sampah menumpuk dan bau, sementara anggaran untuk hal yang tidak langsung berdampak justru tinggi, wajar jika muncul pertanyaan,” ujarnya.

Hingga berita ini disusun, belum ada penjelasan rinci dari pihak terkait mengenai dasar pertimbangan belanja pakaian olahraga maupun strategi konkret dalam mengatasi persoalan sampah yang dikeluhkan masyarakat, meski Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Utara Ina Sulistya, telah di konfirmasi via pesan pendek namun enggan menanggapi, meskipun HP dalam keadaan aktif. (Rma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *