Bandar Lampung (MDSnews) – Pemerintah Provinsi Lampung kembali merombak jajaran pejabat tinggi pratama. Lima pejabat eselon II dilantik untuk mengisi sejumlah posisi strategis dalam struktur birokrasi daerah.
Pelantikan dilakukan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, di ruang rapat utama kantor gubernur, Selasa, 31 Maret 2026. Sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) turut hadir dalam prosesi tersebut.
Rotasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat tata kelola birokrasi sekaligus mendorong percepatan program prioritas. Pergantian posisi juga mencerminkan penyegaran organisasi untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik.
Adapun lima pejabat yang dilantik adalah Senen Mustakim sebagai Kepala Dinas Kehutanan, menggantikan posisinya sebelumnya sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).
Posisi yang ditinggalkannya diisi Ahmad Saifullah, yang sebelumnya menjabat Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik.
Perubahan juga terjadi di sektor pendapatan daerah. Saipul ditunjuk sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), bertukar posisi dengan Slamet Riadi yang kini memimpin Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMDT).
Sementara itu, Yanyan Ruchyansyah yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kehutanan, kini dipercaya sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik.
Dalam sambutannya, Marindo Kurniawan menekankan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang harus direspons dengan kinerja. Ia meminta para pejabat yang dilantik segera beradaptasi dan menunjukkan capaian nyata.
“Ini amanah yang harus dijawab dengan kerja dan tanggung jawab,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya koordinasi lintas sektor serta peningkatan kualitas pelayanan publik. Menurut dia, keberhasilan program pembangunan daerah sangat bergantung pada soliditas dan kinerja perangkat daerah.
Perombakan ini diharapkan memberi dorongan baru bagi kinerja birokrasi Pemerintah Provinsi Lampung, terutama dalam menghadapi tantangan pembangunan yang kian kompleks.(*)