Ancaman Penutupan Menguat, Satgas MBG Tubaba Soroti Pelanggaran Pengelolaan Limbah Dapur Gizi

DAERAH HOME LAMPUNG TERBARU Tulang Bawang Barat

Tulang Bawang Barat (Medinas_News) — Ketua Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menegaskan akan merekomendasikan penghentian operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Yayasan Bina Bangsa Bitung di Tiyuh Lesung Bhakti Jaya, Kecamatan Lambu Kibang, jika kembali ditemukan ketidaktaatan dalam pengelolaan.

Ketua Satgas MBG Tubaba, Sofiyan Nur, menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Jumat (10/4/2026). Hasil dari inspeksi tersebut akan menjadi dasar pengambilan keputusan tegas.

“Besok kami lakukan peninjauan. Jika masih ditemukan ketidaktaatan, maka kami akan memberikan rekomendasi kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk penghentian operasional SPPG tersebut,” tegas Sopiyan, Kamis (9/4/2026).

Ia mengungkapkan, pihak SPPG sebelumnya telah menerima peringatan atas pelanggaran serupa, khususnya terkait pengelolaan limbah serta pemilahan sampah organik dan non-organik.

“Kami sudah memberikan peringatan saat monitoring pada Februari lalu. Namun jika tidak ada perbaikan, tentu harus ada langkah tegas,” ujarnya.

Berita sebelumnya, kondisi dapur MBG milik Yayasan Bina Bangsa Bitung memang menjadi sorotan. Selain fasilitas yang dinilai belum memadai, pengelolaan limbah di lokasi tersebut diduga dilakukan secara sembarangan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, limbah dapur terlihat dialirkan langsung ke sungai di sekitar area. Sementara itu, sampah plastik dan sisa bungkus makanan tampak berserakan di bagian belakang dapur tanpa penanganan yang layak.

Kondisi tersebut tidak hanya mencerminkan lemahnya standar operasional, tetapi juga memicu keluhan warga akibat bau tidak sedap yang ditimbulkan.

Jika pelanggaran ini kembali terbukti dalam peninjauan mendatang, maka penghentian operasional SPPG tersebut dinilai menjadi langkah yang tidak terhindarkan sebagai bentuk penegakan standar dan perlindungan lingkungan.

Di beritakan sebelumnyaDiduga SPPG Bina Bangsa Bitung ,berjalan tanpa IPAL memadai.

Tulang Bawang BaratSPPG milik Yayasan Bina Bangsa Bitung yang berlokasi di Tiyuh Lesung Bhakti Jaya, Kecamatan Lambu Kibang, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), menuai sorotan.

Di lokasi tersebut, ditemukan sejumlah perlengkapan dapur yang tidak tertata serta limbah yang diduga dialirkan secara langsung ke sungai dan sampah berserakan di area sekitar.

Kondisi ini dibenarkan oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG, Dhabit. Ia mengakui bahwa fasilitas dapur hingga saat ini belum memadai, termasuk instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang dinilai belum layak.

“Memang belum memadai, seperti IPAL yang belum layak,” ujar Dhabit, Rabu (8/4/2026).

Selain itu, dapur tersebut juga belum dilengkapi oven untuk proses pengeringan ompreng (wadah makanan), yang menjadi bagian penting dalam operasional penyediaan makanan bergizi.

Dhabit mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyampaikan kekurangan tersebut sejak awal pembangunan kepada Badan Gizi Nasional (BGN), namun hingga kini belum mendapat tanggapan.

“Kami sudah menyampaikan dari awal pembangunan ke BGN, tetapi sampai sekarang belum ada respons,” katanya.

Menurutnya, tim satuan kerja khusus (Satgas) dari kabupaten juga telah melakukan pengecekan ke lokasi. Bahkan, Ketua Satgas MBG Kabupaten Tubaba, Sopiyan, bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Kesehatan telah memberikan peringatan. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut, baik dari pihak BGN maupun pengelola dapur.

“Sudah diperingatkan oleh Satgas, DLH, dan Dinas Kesehatan, tapi belum ada tindak lanjut sampai sekarang,” jelasnya.

Di sisi lain, kondisi lingkungan di sekitar dapur juga memprihatinkan. Terlihat sampah bekas seperti plastik dan bungkus makanan berserakan di bagian belakang dapur.

Dhabit menegaskan bahwa seharusnya pengelolaan sampah dilakukan dengan baik, termasuk menyediakan tempat penampungan khusus dan tidak membuang limbah sembarangan.

“Sampah itu seharusnya tidak dibuang di situ. Harus ada tempat penampungan, dan alirannya juga tidak boleh langsung dibuang sembarangan,” tegasnya.

Keluhan juga datang dari warga sekitar. Salah seorang warga berinisial B yang tinggal tidak jauh dari lokasi dapur mengaku terganggu dengan limbah yang menimbulkan bau tidak sedap.

“Bau limbahnya kemana-mana,” singkatnya.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terkait dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat, terutama jika tidak segera ditangani secara serius oleh pihak terkait.

Jurnalis : (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *