Profesional, Aktual, Ragam & Berimbang

Arinal Djunaidi Minta PWNU Rebut Kesempatan Lampung Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-34

42

BANDARLAMPUNG (MDSnews) – Gubernur Arinal Djunaidi meminta Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Lampung merebut kesempatan agar Lampung menjadi tuan rumah
Muktamar NU ke-34 tahun 2020.

Pasalnya, menurut Gubernur, selain banyak kepala daerah di Lampung yang merupakan tokoh NU, kehadiran ribuan peserta Muktamar yang hadir di Lampung menjadi promosi potensial untuk meningkatkan income daerah.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur saat menerima Ketua PWNU Lampung Mohammad Mukri beserta jajarannya di Ruang Kerja Gubernur, Rabu, (11/9/2019).

“Lampung sudah sangat layak jika ingin menjadi tuan rumah muktamar NU, dari segi kesiapan infrastruktur Lampung saat ini sangat siap, ditambah lagi banyak kepala daerah di Lampung yang merupakan tokoh NU dan mendukung terselenggaranya Muktamar di Lampung,” kata Gubernur.

Seperti diketahui, Provinsi Lampung tepilih sebagai salah satu nominator utama menjadi tuan rumah muktamar bersaing dengan PWNU Sumatera Utara, PWNU Sumatera Selatan, PWNU Banten, PWNU Jawa Tengah, PWNU DI Yogyakarta, dan PWNU Kalimantan Selatan.

Gubenur Arinal mengharapkan dengan kondisi Provinsi Lampung yang sedang melaksanakan rasionalisasi anggaran, keberadaan Muktamar NU di Lampung dapat memberikan dampak posisitif bagi sektor pariwisata, dan penggiat UMKM di Lampung.

“Ribuan peserta dari seluruh Indonesia dan luar Negeri akan datang ke Lampung, menjadi momentum yang baik bagi kita untuk memperkenalkan potensi wisata, kuliner dan berbagai kerajinan Lampung. Jadi event ini juga mendatangkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Gubernur.

Sementara itu, Ketua PWNU Lampung Mohammad Mukri menyampaikan posisi Lampung yang strategis sebagai gerbang Sumatera, penghubung Pulau Jawa – Pulau Sumatera dan mudah diakses baik dari Jawa, Sumatera, atau wilayah lain di Indonesia.

Lampung juga ditunjang kondisi infrastruktur yang sangat siap, baik berupa jalan tol, bandara internasional, hotel berbintang dan pesantren-pesanten yang sudah mapan.
“Dengan posisi seperti ini, Lampung sangat strategis dan mudah diakses baik dari Jawa, Sumatera, atau wilayah lain di Indonesia. Penerbangan dari Jakarta-Lampung hanya perlu tiga puluh menit,” ujar Mukri.

Secara demografis, lanjut Mukri, Lampung merupakan wilayah terpadat kedua di Sumatera setelah Sumatera Utara, dan NU terbesar di Luar Jawa. Pesantren-pesanten besar Lampung memiliki hubungan emosional, kultural dan kekeluargaan dengan pesantren-pesantren besar di Pulau Jawa.

“Sudah saatnya Muktamar ke-34 NU 2020 dilaksanakan di Lampung, mengingat dari 33 penyelenggaraan Muktamar sebagian besar berlangsung di Pulau Jawa. Hanya 4 kali di luar Jawa. Dan pada era modern ini sekali di Makassar, Sulawesi Selatan,” ujar Ketua PWNU Provinsi Lampung tersebut. (Humas Pemprov) —–Gubernur Arinal Djunaidi meminta Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Lampung merebut kesempatan agar Lampung menjadi tuan rumah
Muktamar NU ke-34 tahun 2020.
Pasalnya, menurut Gubernur, selain banyak kepala daerah di Lampung yang merupakan tokoh NU, kehadiran ribuan peserta Muktamar yang hadir di Lampung menjadi promosi potensial untuk meningkatkan income daerah.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur saat menerima Ketua PWNU Lampung Mohammad Mukri beserta jajarannya di Ruang Kerja Gubernur, Rabu, (11/9/2019).

“Lampung sudah sangat layak jika ingin menjadi tuan rumah muktamar NU, dari segi kesiapan infrastruktur Lampung saat ini sangat siap, ditambah lagi banyak kepala daerah di Lampung yang merupakan tokoh NU dan mendukung terselenggaranya Muktamar di Lampung,” kata Gubernur.

Seperti diketahui, Provinsi Lampung tepilih sebagai salah satu nominator utama menjadi tuan rumah muktamar bersaing dengan PWNU Sumatera Utara, PWNU Sumatera Selatan, PWNU Banten, PWNU Jawa Tengah, PWNU DI Yogyakarta, dan PWNU Kalimantan Selatan.

Gubenur Arinal mengharapkan dengan kondisi Provinsi Lampung yang sedang melaksanakan rasionalisasi anggaran, keberadaan Muktamar NU di Lampung dapat memberikan dampak posisitif bagi sektor pariwisata, dan penggiat UMKM di Lampung.

“Ribuan peserta dari seluruh Indonesia dan luar Negeri akan datang ke Lampung, menjadi momentum yang baik bagi kita untuk memperkenalkan potensi wisata, kuliner dan berbagai kerajinan Lampung. Jadi event ini juga mendatangkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Gubernur.

Sementara itu, Ketua PWNU Lampung Mohammad Mukri menyampaikan posisi Lampung yang strategis sebagai gerbang Sumatera, penghubung Pulau Jawa – Pulau Sumatera dan mudah diakses baik dari Jawa, Sumatera, atau wilayah lain di Indonesia.

Lampung juga ditunjang kondisi infrastruktur yang sangat siap, baik berupa jalan tol, bandara internasional, hotel berbintang dan pesantren-pesanten yang sudah mapan.
“Dengan posisi seperti ini, Lampung sangat strategis dan mudah diakses baik dari Jawa, Sumatera, atau wilayah lain di Indonesia. Penerbangan dari Jakarta-Lampung hanya perlu tiga puluh menit,” ujar Mukri.

Secara demografis, lanjut Mukri, Lampung merupakan wilayah terpadat kedua di Sumatera setelah Sumatera Utara, dan NU terbesar di Luar Jawa. Pesantren-pesanten besar Lampung memiliki hubungan emosional, kultural dan kekeluargaan dengan pesantren-pesantren besar di Pulau Jawa.

“Sudah saatnya Muktamar ke-34 NU 2020 dilaksanakan di Lampung, mengingat dari 33 penyelenggaraan Muktamar sebagian besar berlangsung di Pulau Jawa. Hanya 4 kali di luar Jawa. Dan pada era modern ini sekali di Makassar, Sulawesi Selatan,” ujar Ketua PWNU Provinsi Lampung tersebut. (Humas Pemprov)

47 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Komentar
Menunggu...