Digaji UMR, Ditarget Rp 10 Juta Sehari Pengakuan Debt Collector Ilegal di Sleman

HOME NASIONAL

Sleman, (MDSnews) – Penggrebekan kantor Pinjol ilegal di Jalan Prof Heman Yohanrs nomor 168, Samirono, Kalurahan Caturtunggal, Depok, Sleman pada Kamis (14/10/21) malam meninggalkan sebuah cerita mengenai target yang harus dicapai seorang Debt Collector (DC).

Sugi Pradana menceritakan tentang rekan berinisial RP, seorang debt collector yang ikut serta saat perusahaan pinjol tidak bekerja di Depok, Sleman, Yogyakarta digereberek Polda Jabar dan Polda DIY .

Menurut Sugi, DP saat diterima kerja di perusahaan pinjol ilegal tersebut, berikan dua kartu perdana. Kartu perdana itu untuk mengancam-ancam korbannya jika telat membayar utang. Satu buah kartu perdana lagi untuk menghubungi peminjang uang yang sudah fix melakukan pembayaran.

Dia mengatakan, RP dan rekan sesama debt collector bekerja di kantor pinjol tersebut dibebani target. Target beban tiap debt collector berbeda-beda. “Nah, teman saya itu ditarget sehari dapat Rp10 juta untuk penagihan utangnya,” jelasnya.

Dengan beban target yang berat itu, berapa gaji debt colcetor di pinjol ilegal yang digerebek itu? Jika memenuhi target ada bonus yang diberikan yang diterimakan saat gajian. Namun, jika tidak tercapai target, gaji yang diterima hanya setara upah minimum regional (UMR).

Gaji UMR ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto yang bertanya tentang gaji kepada debt collector yang saat penggerebekan. “Gajinya sesuai UMR Yogya. Ada yang bilang Rp2,1 juta per bulan gajinya,” katanya di Yogyakarta, Jumat, 15 Oktober 2021.

Menurut dia, berdasarkan data identitas debt collector yang ada saat penggerebekan, tidak semuanya berasal dari Yogyakarta. Ada yang berasal dari Jawa dan luar Jawa. “Sebagian ada yang berasal dari luar Jawa,” tulisnya.

Yuliyanto mengatakan, tugas debt collector di pinjol tersebut seperti tugas pada umumnya. Mereka menyimpan hutang kepada peminjam. “Bahasa mereka, mengingatkan untuk membayar sedang yang lainnya belum tahu,” kata dia. (tuti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *