Profesional, Aktual, Ragam & Berimbang

Irjen Purwadi Arianto Tegaskan Masyarakat Lampung Lebih Bijaksana Menggunakan Medsos

BANDAR LAMPUNG (MDSnews)—-Irjen Purwadi Arianto Kapolda Lampung menegaskan kepada masyarakat Lampung supaya lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial, dengan menyaring terlebih dahulu info yang diterima sebelum mensharing info tersebut. “Masalah politik identitas, black Campaign, dan Hoax merupakan isu-isu yang paling sering muncul di medsos saat ini menjelang Pemilu 2019,”tegas Purwadi Arianto.
Irjen Purwadi juga mengharapkan kepada Generasi Milenial menjadi garda terdepan untuk menciptakan Pemilu yang bersih dan sejuk khususnya di Provinsi Lampung. “Terutama Pemuda yang hadir pada saat ini, para pemuda pemudi sangat diperlukan untuk dapat menciptakan pemilu yang betul betul Aman Adil Damai dan Sejuk,” harap Irjen Purwadi Pada Generasi Milenial perwakilan Mahasiswa dan SLTA berbagai perguruan tinggi.

.

Lanjut Irjen Purwadi Arianto meminta tempat pemungutan suara (TPS) yang di pandang rawan harus dikawal dua polisi. Sedangkan yang aman dan kondusif cukup dikawal satu polisi.
“Dua polisi cukup menangani satu TPS yang di pandang rawan, sementara satu polisi tempat TPS yang kondusif,” perintah Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto pada Acara Focus Droup Discussion bertema ‘Ayo Nyoblos Pemilu 2019 Aman, Damai dan Sejuk’ di Ballroom Hotel Emersia Bandar Lampung, Rabu (10/4/19).
.
Dijelaskan Kapolda jumlah personel yang dikerahkan mengamankan Pemilu 17 April 2019 sebanyak 7.032 personil dari Polri. Selain itu, TNI menerjunkan sebanyak 1.815 personil, aparat linmas dari pemda sebanyak 52.530 hingga 61.377 ditambah dari Basarnas, BPBD, Orari, Senkom, Rapi dan organisasi lainnya.
.
Sementara Dedi Hermawan Akademisi Unila, menjelaskan penyelenggara Pemilu dan pihak berwajib perlu memperhatikan berbagai hal. Di antaranya pada saat pemungutan perlu penguatan karena informasikan yang disampaikan KPU dan Bawaslu harus sampai ke lapisan bawah. “Dari pengalaman sebelumnya partisipasi pengawas diperlukan, bahkan tim sukses juga harus dikuatkan terlebih terkait persoalan teknis harus diperhatikan,”jelas Dedi.
.
Tambahnya, pesta demokrasi selalu dianggap tegang. Jika dihadapkan dalam situasi tersebut bisa terjadi intrik. “Kalau dari waktu ke waktu demokrasi ditandai seperti ini, kita mengingkari kualitas demokrasi semakin baik. Maka, KPU, Bawaslu, parpol dan instansi lainnya harus bersinergi membangun demokrasi yang baik. Kalau tidak dijaga, akan mengancam kualitas demokrasi,”tambah Dedi.
Di acara Talk Show l hadir sebagai narasumber Ketua KPU Provinsi Lampung, Nanang Trenggono, dan Ketua Bawaslu Provinsi Lampung Fatikhatul Khoiriah.
Reporter.  Davit Segara    
Editor.       Bulloh

44 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Komentar
Menunggu...