Kejari Lampura Pantau Proyek Irigasi Way Tulung Mas

DAERAH HOME Lampung Utara TERBARU

LAMPUNG UTARA (MDSnews) – Kejaksaan Negeri Lampung Utara (Lampura) Pantau proyek peningkatan Irigasi Way Tulung Mas (BTM.0/BTM.6) diduga dalam pelaksanaan asal jadi,

Tanggapan itu setelah ramai pemberitaan di media massa, pihak Kejaksaan Negeri Lampung Utara melakukan pemantauan pekerjaan proyek pembangunan saluran Irigasi Way Tulung Mas, yang terletak di Desa Cempaka Barat, Kecamatan Sungkai Jaya Kabupaten setempat. Selasa 20/10.

Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Utara Atik Rusmiyati Ambarsari melalui Kasi Intelijen Hafiezd, SH.,MH mengatakan bahwa, pihaknya saat ini akan segera melakukan pemantauan terhadap kegiatan proyek irigasi Way Tulung Mas, pagu anggaran sebesar Rp.28 Miliar lebih tersebut.

“Proyek irigasi itu saat ini sedang dalam tahap tahun berjalan. Jadi Kejari Lampura baru bisa melakukan pemantau dalam kegiatan itu. Apabila kegiatan itu sudah selesai, dan ditemukan adanya kerugian Negara maka akan kita proses sesuai hukum yang berlaku tegas Hafiezd di ruang kerjanya. Selasa (20/10/2020).

Sebelumnya Ketua Perkumpulan LBH Perlindungan Konsumen Mitra Sejahtera Lampung Utara, Syahbudin menuding pihak pelaksana proyek peningkatan daerah irigasi Way Tulung Mas (BTM.0/BTM.6) terlalu berani ‘bermain’ dalam proyek yang menelan anggaran keuangan negara hingga mencapai kisaran Rp. 28 miliar.¬†

Proyek irigasi Way Tulung Mas saat ini sedang dikerjakan oleh PT. Permata Maju Jaya dengan nomor kontrak : HK.02.03/KST.DM/SNVT-PJPAMS/IRA-1/I/2020. Sayangnya, PT. Permata Maju Jaya disinyalir mengenyampingkan aturan-aturan yang sudah ditetapkan dalam menjalankan sebuah kegiatan atau pekerjaan yang berkaitan dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Bahkan, dalam pengerjaan proyek tersebut juga diduga kuat tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya.

“(PT. Permata Maju Jaya) Ini sudah terlalu berani bermainnya. Mereka sama sekali tidak menerapkan pola Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam pelaksanaan pekerjaannya. Tidak ada alat pelindung diri bagi para pekerja di proyek irigasi itu,” ucapnya, ketika ditemui, Minggu (18/10/2020).

Syahbudin menegaskan bahwa dalam suasana pandemi covid-19, Keselamatan dan Kesehatan Kerja harus lebih dioptimalkan. Karena, K3 sudah sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

“Walau tidak dalam suasana covid, K3 ini ada undang-undangnya, dan jelas ada sanksi bagi perusahaan yang mengindahkan nya. Apalagi sekarang ini pandemi covid-19 masih berlangsung, jadi jangan main-mainlah dengan K3 ini,” tegasnya.

Disamping itu, Syahbudin juga membeberkan indikasi-indikasi kecurangan yang dilakukan dalam pelaksanaan pekerjaan peningkatan irigasi Way Tulung Mas yang nilainya sangat fantastis 

“Saya sudah menerjunkan tim investigasi ke lokasi pekerjaan itu. Hasilnya, cukup mencengangkan,” ucapnya.

“Ketebalan lantai yang semestinya sepuluh sentimeter hanya ada lima centimeter. Ditambah lagi, besi lantai yang seharusnya terpasang di atas beton tahu, tapi fakta dilapangan hanya diletakkan di dasar tanah. Indikasi kecurangannya sudah jelas-jelas terjadi dilapangan,” imbuh Syahbudin.

Syahbudin mengkhawatirkan jika pekerjaan proyek peningkatan irigasi dikerjakan tidak sesuai dengan speknya, bisa berakibat fatal.

“Bayangkan, jika debit air di bendungan Way Tulung Mas besar, maka lantai irigasi bisa tergerus air. Jadi, pembangunan yang menelan anggaran puluhan miliar ini bisa mubazir, sia-sia,” katanya. (Rama/Yon)

 843 total views,  8 views today