Profesional, Aktual, Ragam & Berimbang

KPK, OTT, Bupati Lampung Utara, Lampung

996
Bandar Lampung (MDSnews)–Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangku Negara, dan Dua Kepala Dinas dan satu orang perantara, diduga terjari Operasi Tangkap Tangan (OTT), 
oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Minggu (6/10/19) sekira pukul 20,30 malam.
.
Dari pantauan dilokasi Rumah Dinas Bupati Kabupaten Lampung Utara Jalan, Alamasyah Ratu Prawira Negara, rumah dinas bupati dua periode ini ramai dikerumuni puluhan warga dan wartawan yang ingin memastikan kabar tersebut.
Salah satu mobil tersebut memuat boks berstiker KPK. Dari pantauan dilapangan, kompleks rumah dinas yang ditempati Agung tersebut dijaga ketat. Wartawan dilarang masuk ke dalam kompleks rumah dinas.
Sementara komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya membenarkan kabar adanya Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan tim KPK di Lampung Utara. Berdasarkan informasi yang diterima dari KPK, ada empat orang yang diamankan KPK, yaitu Bupati Lampung Utara, Dua Kepala Dinas dan satu orang perantara, Malam ini Minggu,(6/10/19). dari tim yang bertugas di Lampung. Setelah di lakukan pengecekan informasi dari masyarakat di lapangan, diduga ada penyerahan uang yang diperuntukkan pada Kepala Daerah Lampung utara. KPK mengamankan terduga 4 orang sejak sore hingga malam ini, yaitu Bupati, 2 Kepala Dinas dan 1 orang perantara,” jelas Juru Bicara KPK Febridiansyah.
Adapun, barang bukti berupa uang sedang dihitung jumlahnya. Diduga terkait proyek di Dinas PU dan Koperindag di Kabupaten Lampung Utara. “Untuk pengamanan awal, tim telah menyegel sejumlah benda dan lokasi,” jelas Febri. Febridiansyah menambahkan, sebagaimana hukum acara yang berlaku, maka KPK akan memproses lebih lanjut pihak-pihak yang diamankan tersebut. Dalam waktu, paling lama 24 jam akan ditentukan status hukum perkara dan orang-orang yang diamankan.
.
“Direncanakan pihak yang diperlukan akan dibawa besok ke Jakarta. Informasi lebih lanjut tentang penanganan perkara ini akan disampaikan melalui konferensi Pers di KPK besok Senin, jelas Febri.
laporan. Muhyin Nizom.
Editor.    Bulloh.
Komentar
Menunggu...