PYM SPDB Pangeran Edward Syah Pernong Ninggam Pudak Ke Marga Dantaran

Budaya DAERAH HOME Lampung Selatan Peristiwa TERBARU

Lampung Selatan, (MDS News) – Sultan Skal Brak, Paduka Yang Mulia Sai Batin Puniakan Dalom Beliau (PYM SPDB) Pangeran Edward Syah Pernong Melakukan Ninggam Pudak (datang secara fisik menyampaikan bela sungkawa) atas wafatnya pemimpin adat Marga Dantaran, Pangeran Naga Bringsang IV, Minggu (25/10/2020).

PYM SPDB Pangeran Edward Syah Pernong yang didampingi oleh Gusti Batin Yanni Munawarti, juru bicara Kepaksian Pernong Seem R. Canggu gelar Raja Duta Perbangsa dan Dr. Iskandar Zulkarnain, M.H., gelar Radin Kimas Panji Utama serta Muli Paksi dengan dikawal oleh Hulu Balang Penggittokh Alam dari Tanggamus dan Bandar Lampung dibawah komando Wakil Panglima Penggitokh Alam Tanggamus.

Kedatangan PYM SPDB Pangeran Edward Syah Pernong dan rombongan disambut oleh tiga Panglima Adat Sekala Brak wilayah Selatan Panglima Tapak Belang, Panglima Sindang Kunyaian dan Panglima Alif Jaya serta para Temenggung dan Bahattur dan telah menunggu di “Lamban Balak” Marga Dantaran Putra Mahkota Marga Dantaran Pangeran Muda Ahmad Fajrin dan empat Sai Batin Kepala Marga yaitu Pangeran Penyimbang Agung Marga Rajabasa, Pangeran Cahaya Marga kepala Marga Keratuan Minangsi, Pangeran Sesuhunan Sampurna Jaya Marga Katibung dan Pangeran Tihang Marga kepala Marga Legun.

Pada kesempatan tersebut, PYM Sultan Sekala Brak atas nama pribadi dan keluarga serta atas nama segenap masyarakat Adat Kepaksian Pernong menyampaikan rasa duka cita yang mendalam dan berdo’a untuk kebaikan almarhum Pangeran Naga Bringsang IV serta segenap keluarga dan masyarakat adat yang ditinggalkan.

Raja dari Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong yang juga mantan Kapolda Lampung tersebut juga menyampaikan rasa bahagianya menyaksikan langsung kekompakan dan kebersamaan lima Marga Adat di Way Handak.

Pangeran Edward Syah bangga karena sepeninggal almarhum Pangeran Naga Bringsang IV telah bergulir kesepakatan adat dalam menentukan kedudukan calon Pangeran sebagai penerus kedudukan pemimpin adat guna mencegah kekosongan kepemimpinan mengingat akan banyak tanggung jawab adat yang harus diemban di Marga Dantaran Way Handak.

Pada kesempatan tersebut atas permintaan dari pemapah, penyimbang paksi serta Segeri suku sekaligus dihadiri 4 Saibatin Marga Way Handak lainnya dan perwakilan dari Saibatin Bandakh Way Ukhang, PYM SPDB Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan ke-23 berkenan mengukuhkan Ahmad Fajrin, putra tertua dari almarhum Pangeran Naga Bringsang IV sebagai Saibatin Pangeran Adat Marga Dantaran. Dan kepadanya “dikhaggohkon” (diturunkan) pedang simbol bangsawan tinggi kerajaan yang memegang kekuasaan bersama empat Marga lainnya ditanah Way Handak dan pada saat itu juga telah “dikhaggohkon” pusaka “Menang Serunting” sebuah pedang pusaka berumur hampir 600 tahun. Pusaka ini sebagai simbol pengakuan dan pengukuhan dari Kerajaan Sekala Brak atas telah diangkatnya generasi penerus pemimpin Marga adat Dantaran kepada Ahmad Fajrin bergelar Pangeran Naga Beringsang V dengan kedudukan sebagai Saibatin Marga Dantaran sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam kedudukan yang sama dalam Saibatin Lima Marga Way Handak Lampung Selatan.

Yang merupakan gerbang utama adat Sai Batin diujung selatan pulau Andalas, adiknya yang nomor dua adalah Muhammad Fadilah bergelar Kakhya Bandakh Nurjaya dan saudara yang satu lagi Agus Saputra bergelar Batin Khaja.

“Saya punya harapan besar agar adok yang berada dan berlaku di Marga Dantaran akan terus berjalan terus turun temurun ke generasi berikut nya. Sedangkankan kedudukan adat dan gelaran adat yang dipegang oleh para pembesar Marga adat Dantaran yang sudah berjalan sebelumnya agar tetap dipertahankan. Baik nama dan kedudukannya sebagai bentuk keistiqomahan mempertahankan adat dan kerukunan serta “kehangguman” sehingga semua pembesar Marga sebagai “jamma balak buadok” (orang besar bergelar) di Marga adat Dantaran terus duduk dalam “hejongan”-nya masing masing yang telah menjadi simbol kebesaran adat turun temurun dan akan menjadi kebanggaan Marga Adat Bantaran sebagai salah satu simbol kebangsawanan adat dalam masyarakat adat Saibatin sebagai salah salah satu dari dua pilar penyangga peradaban tanah Lampung (Saibatin dan Pepadun),” terang Pangeran Edward Syah Pernong.

Pun Edward sapaan Pangeran Edward Syah Pernong juga berpesan agar semua pihak menjaga harkat  dan kehormatan adat Saibatin di Way Handak sebagai bagian kerabat dalam hubungan darah dan kebanggaan yang tidak terpisahkan dari kebangsawanan Kerajaan Sekala Brak yang telah mengokohkan diri tegak sebagai Saibatin lima Marga Way Handak di Lampung  Selatan.

Harapan khusus kepada Pangeran Naga Bringsang V dengan didampingi pemapah Saibatin Tamong Patih Gemulung serta seluruh segekhi suku, paksi dan batu khayatnya termasuk Dalom, kakhya, temenggung dan “jamma balak” lainnya agar tetap  bisa merawat kebersamaan dan kesolidan. Sebagai salah satu bentuk tanggung jawab kita dalam menerima amanah zaman. Juga harapan terhadap saudara-saudaranya para ayahandanya Saibatin lima Marga serta Bandakh dan para panglima kerajaan wilayah selatan, para bahattur, para pemberani / “jamma bani”, para pendekar, punggawa, hulu balang agar turut bersama merajut tali kasih sayang dan persaudaraan dalam kedamaian dan kesolidan masyarakat adat sebagai faktor perekat NKRI,” tegasnya.

Terlebih, kata pun Edward, pada momentum yang sangat penting tersebut penguasa tertinggi Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak, Kepaksian Pernong itu menyerahkan pusaka kerajaan kepada Ahmad Fajrin gelar Pangeran Naga Bringsangi V Saibatin di Marga Dantaran.

Berarti telah menyerahkan roh kebesaran adat dan tradisi dalam simbol kebangsawanan kerajaan yaitu  Pusaka kerajaan Kepaksian Sekala Brak, karena pusaka yang diserahkan kepada Pangeran Naga Beringsang V adalah pusaka yang dahulu diserahkan langsung oleh PYM SPDB kepada alm Pangeran Naga Bringsang IV di ruang kebesaran Margasana Gedung Dalom Kepaksian Pernong di Batu Brak Lampung Barat. Sebagai simbol penerusan dan beralihnya generasi kepada pemimpin baru SaiBatin Marga Dantaran.

Proses selanjutnya masih menunggu saat yang tepat setelah pandemi Covid-19 usai untuk dilakukan perhelatan “Bimbang Marga Dantaran” sebagai upacara prosesi Pengebakhan Saibatin Marga Dantaran. (*)

 158 total views,  4 views today