Profesional, Aktual, Ragam & Berimbang

Rampok Bersenjata Api Santroni Rumah H Supri Petani Kopi  Ratusan Juta Uang Raib Digondol Rampok

92
Tanggamus (MDSnews)—-Kawanan
Perampok bersenjata api (senpi) sntroni Rumah H Supri (57) petani kopi Warga Pekon Sinar banten Kecamatan Ulubelu, kabupaten Tanggamus, Sabtu (10/8/19) dinihari.
Dari informasi yang di himpun dilokasi
kawanan rampok memasuki rumah korban H Supriadi (57) dengan cara mendobrak bagian belakang menggunakan kayu balok dan godam sekitar pukul 02.30 WIB Kemudian para pelaku masuk kedalam rumah dan mendobrak pintu kamar, para pelaku yang menggunakan senpi rakitan dan softgun menembak kaki korban, tidak sampai disitu para pelaku juga membacok kepala korban
dengan senjata tajam.
Jumlah perampok yang diperkirakan enam orang tersebut berhasil menggasak harta benda korbannya Rp400 an juta dan melukai
korbannya dengan senpi.
“Berdasarkan keterangan yang didapat, para kawanan rampok diperkirakan sekitar enam orang. Empat didalam sementara dua jaga jaga diluar. Adik ipar korban atas nama Ari Ritasari juga mengalami luka bacok dibagian tangan saat hendak menolong Hi. Supriadi,”Ungkap Kepala Pekon Sinarbanten Rusdianto.
Dikatakan Rusdianto, kawanan rampok usai melukai korban kemudian memaksa korban untuk menunjukkan tempat menyimpan uang serta perhiasan
“Pelaku mencongkel lemari yang ada di kamar dan mengambil perhiasan milik korban seberat 110 gram berupa gelang, cincin dan kalung beserta uang tunai sebesar Rp 400 juta. Akibat kejadian tersebut kerugian korban diperkirakan senilai Rp 455 juta,”ujarnya
Saat ini lanjut Rusdianto, korban H Supriadi tengah dirawat intensif dirumah sakit. RSUD Abdul Moeloek, Bandar Lampung.
Sementara Kapolsek Pulau Panggung, Iptu Ramon Zamora, ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa perampokan tersebut hanya saja dirinya belum memberikan data detail, “Ya mas saat ini kami sedang berada di TKP, mohon bersabar ya,”Ucap Ramon.
Sementara Tim Inavis Polres Tanggamus, di pimpin Kasat Reskrim AKP Edi Qorinas, melakukan olah tempat kejadian perkara, selain meminta keterangan saksi dan korban, yang dilarikan ke RSAM Bandar Lampung. “Kita sudah melakukan olah TKP dengan menerjunkan Inafis. Keterangan saksi termasuk korban. Kita sedang buru komplotan yang diperkirakan enam orang. Mohon doanya agar cepat terungkap,” kata Edi Qorinas.
Laporan.      Ropianto 
Editor.          Davit Segara
Komentar
Menunggu...