LAMPUNG BARAT (MDSnews) – Tim Gerakan Literasi Daerah (GLD) Kabupaten Lampung Barat (Lambar) bakal mengadakan Pemilihan sepasang duta literisasi 2019 pada ajang pemilihan Muli – Mekhanai di wisma Sindalapai, Liwa pada Rabu (10/4) pekan depan.
Seperti yang disampaikan oleh Drs. Sandarsyah selaku Sekretaris Tim Gerakan Literasi Daerah (GLD) Kabupaten Lampung Barat yang mendampingi Ketua Tim GLD setempat Partinia, S.Pd MM, Rabu, (03/04/2019).
Dijelaskan sandarsyah, Tahapan dalam seleksi ini para finalis baik muli maupun mekhanai sebelumnya diwajibkan membuat karya tulis yang berkenaan dengan budaya Lampung Barat yang harus diserahkan pada saat seleksi tanggal 10 April 2019.
“Ini merupakan salah satu point untuk menilai layak tidaknya finalis tersebut menjadi Duta Literasi,” ujarnya.
Tim GLD juga akan memberikan pertanyaan tertulis yang berkenaan dengan Literasi, yang sebelumnya para Finalis tersebut akan diberikan materi terlebih dahulu tentang Literasi. Terakhir para finalis akan mengikuti test wawancara.
“Test tertulis, penyajian materi, maupun wawancara semua dilakukan oleh Panitia berasal dari anggota Tim Gerakan Literasi Daerah Kabupaten Lampung Barat,” ungkap Sandarsyah.
Lebih jauh Sandarsyah mengatakan, sebagai apresiasi terpilihnya sepasang Duta Literasi tersebut Tim GLD akan memberikan kepada masing-masing duta berupa selempang Duta Literasi, Piagam, dan uang pembinaan yang akan diserahkan pada saat Grand Final Muli – Mekhanai tanggal 12 April 2019 bertempat di GOR Ajisaka, Kompeks Kawasan Sekuting Terpadu (KST) Pekon Watas, Liwa.
Tim GLD berharap,dengan terpilihnya Duta Literasi nanti akan menjadi semacam tauladan bagi remaja yang lain bahwa remaja yang milenial itu adalah remaja yang gemar membaca dan menulis. Remaja yang dapat menseleksi dan menulis fakta yang benar, bukan yang bersifat bohong atau hoaks.
Nantinya para Duta Literasi ini diharapkan akan mengkampanyekan pentingnya budaya literasi bagi masyarakat dan khususnya bagi teman sebayanya yaitu para remaja. Karena banyak harapan yang akan di tumpukan terhadap para remaja. Terlebih Remaja adalah masa depan keluarga dan bangsa.
Seperti diketahui, Kabupaten Lampung Barat telah mencanangkan dirinya sebagai Kabupaten Literasi pada 2 Mei 2018, setelah diawali dengan terbitnya Peraturan Bupati Lampung Barat Nomor 19 Tahun 2018 tentang Gerakan Literasi Daerah, yang selanjutnya dibentuk dan dikukuhkannya Tim Gerakan Literasi Daerah Kabupaten Lampung Barat oleh Bupati Lampung Barat pada 27 September 2018 di Pekon Padang Tambak Kecamatan Way Tenong.
Sedangkan pengertian Literasi itu sendiri adalah kemampuan untuk memaknai informasi secara kritis sehingga ia dapat mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas hidupnya, serta berkreasi dalam bentuk tulis-menulis dan audio-visual yang dapat menambah bahan bacaan dan rekaman yang pada akhirnya dapat bermanfaat bagi orang atau masyarakat lain.
“Gerakan Literasi Daerah (GLD) adalah sebuah gerakan untuk mensinergikan semua potensi serta memperluas keterlibatan publik dalam menumbuhkan, mengembangkan, dan membudayakan literasi di Kabupaten Lampung Barat,” pungkas Sandarsyah. (Hendri)