WAYKANAN (MDSnews) – Diduga dikerjakan asal jadi, gorong- gorong yang dibangun menggunakan dana anggaran sebesar Rp.11.609.000, berasal dari dana ADD, pada Desember lalu, saat ini kondisinya telah mengalami kerusakan.
Gorong-gorong yang terletak di RT,03 RW,02 Kampung Ramsai, Kecamatan Way Tuba, Way Kanan, dengan ukuran panjang 6 meter, menurut perangakat kampung dan masyarakat, bahwa kerusakan ini diakibatkan adanya pengurangan material dan tidak sesuai dengan Bestek yang telah ditentukan oleh konsultan atau pendamping kampung.
Sebelum jebol, Februari kemarin gorong- gorong ini sempat amblas, dan lama tidak ada perbaikan dari pihak kampung, hingga sampai saat ini gorong-gorong ini jebol tetapi belum ada perbaikan, ” kondisi ini tentunya sangat membahayakan bagi pengguna jalan, khususnya bagi warga yang belum paham,” ujarnya salah satu warga sekitar yang namanya enggan disebut.
Sebenarnya dengan adanya pembangunan gorong- gorong ini, warga merasa senang, namun, baru seumur jagung telah rusak, dan sudah hampir tiga kali mengalami kerusakan.
Terpisah kepala kampung Rasidal saat di konfirmasi awak media Selasa (5/5/20) membenarkan hal tersebut. Menurutnya saat ini dirinya tidak ingin mencari pembenaran terhadap pekerjaan gorong gorong tersebut dan dirinya sudah komonikasi dengan warga yang mengeluhkan hal tersebut dan hari Senen (04/5 ) sore gorong gorong tersebut sudah diperbaiki,” katanya.
Masih menurut Rasidal, perbaikan gorong- gorong bertujuan menindak lanjuti adanya laporan dan keluhan warganya berkaitan dengan pembangunan tersebut,”tanpa adanya kritikan dan masukan dari warga, walau sebagus apapun hasil pembangunan di kampung, mungkin masih ada masyarakat yang tidak suka,”ujarnya.
Saat di singgung soal mutu bangunan Rasidal mengatakan pihak kecamatan sudah cek pekerjaan tersebut dan mengatakan wajar. namun berbanding terbalik dengan keterangam warga yang menyatakan jika mutu gorong gorong tersebut sangat buruk dikeranakan belum lama di banguan namun sudah berapa kali megalami kerusakan.
Terpisah Sekretaris LSM Topan Ri Way Kanan Sahrizal sangat menyayangkan prilaku kakam yang dalam melaksanakan pekerjaan yang mengunakan angaran dana desa asal aslaan .”ini bukan soal bagus dan dibagusi ini soalnya mutu pekerjaan tersebut yang harus di utamakan. kalau baru di bagun belum 1tahun namun sudah berapa kali mengalami kerusakan/jebol ini ada idikasi bahan matrial nya tidak sesuai dengan sepek
Untuk itu Sahrizal yang juga menjabat ketua Lsm bersatu ini memintak aparat penegak hukum untuk menindak tegas okmum oknum yang tidak mengemban tugas dengan benar untuk memajukan kampung, dan hanya mementing kepentingan, pribadinya, maka pihaknya akan melaporkan ke jalur hukum,” pungkasnya. (juli)
