Sengkarut Pendistribusian Pupuk Subsidi Desa Wonomarto, Diduga Ada Permainan Oknum Kios dan Distributor Melibatkan Oknum Penyuluh

DAERAH HOME Lampung Utara TERBARU

LAMPUNG UTARA (MDsNews) – Pemanfaatan pupuk bersubsidi di Desa Wonomarto Kecamatan Kotabumi Utara diduga kuat tidak tepat sasaran dan cenderung dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab.

Hal itu terungkap saat awak media ini melakukan investigasi lapangan berdasarkan informasi dari sumber terpercaya media ini. Pengkondisian penerima pupuk subsidi mengatasnamakan anggota kelompok tani diduga sudah berlangsung sejak lama.

Modus yang digunakan oleh oknum pemilik lahan pertanian luas inisial S dengan memanfaatkan data anggota kelompok dengan lahan yang tak begitu luas, sehingga sisa pupuk subsidi yang dipastikan tidak akan terpakai pada tiap triwulan (musim tanam) diambil alih oknum S pemilik lahan dengan dalih agar jatah pupuk subsidi milik anggota lainnya bisa terealisasi rutin.

Penyebab carut marut pengelolaan pendistribusian dan pembagian kuota pupuk subsidi di setiap kelompok bagi anggota diduga lemahnya pengawasan dan pembinaan dari oknum PPL (penyuluh) yang ada di Kecamatan Kotabumi Utara.

“Anggota kelompok itu banyak yang nggak punya lahan. Kalaupun ada, itu luas lahannya tidak begitu luas. Kadang-kadang penebusan dilakukan oknum S mengatasnamakan anggota kelompok,”ungkap sumber

Guna menguji kebenaran informasi yang disampaikan sumber media ini, awak media mendatangi kediaman masing-masing anggota kelompok tani yang namanya tercantum.

Hal mencengangkan didapat saat mengkonfirmasi anggota kelompok tani, hampir keseluruhan anggota mengaku tidak memiliki lahan pertanian baik pribadi maupun lahan sewaan.

Anggota kelompok yang tak ingin disebut identitasnya mengaku selama ini hanya diatasnamakan saja oleh oknum. Dulu sempat menjadi bagian dari kelompok tani, namun sudah sejak lama tidak pernah lagi terlibat.

“Kami enggak punya lahan pertanian. Sehari-hari hanya upahan di kebun milik warga. Jadi gimana mau masuk atau aktif di dalam kelompok (tani), lahan saja enggak ada,” ungkap salah satu warga yang namanya dicatut, Sabtu, (06/07/2024).

“Dulu pernah ikut, karena ada lahan setengah hektar punya orang tua, tapi sekarang nggak pernah lagi tebus pupuk subsidi, mungkin ditebus yang lain atau kakak,” ujar warga lainnya.

Terpisah, pemilik kios pupuk Altara Jaya Tani di Desa Wonomarto saat dikonfirmasi terkesan menutupi tata kelola pendistribusian pupuk subsidi di kios miliknya.

“Selama ini kelompok tani tersebut aktif dan selalu mengambil pupuk di kios miliknya. Tahun ini sudah masuk triwulan ke II pada pendistribusian pupuk. Kalau mau tahu detailnya saya harus buka dlu aplikasi,” kilahnya.

Hasil investigasi di lapangan, disinyalir carut marut pengelolaan pendistribusian pupuk subsidi di Desa Wonomarto benar adanya. Untuk memastikan kebenarannya, awak media masih akan mengkonfirmasi pada oknum penyuluh pertanian (PPL) desa/kecamatan setempat, dan distributor pupuk subsidi yang ditunjuk pemerintah. (Rma/rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *