Tanggamus (MDSNews) — Pemerintah Pekon Rantau Tijang, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, telah menuntaskan sejumlah program prioritas Dana Desa (DD) pada tahun 2025 ini. Program tersebut meliputi ketahanan pangan, penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT), pembangunan infrastruktur, serta dukungan sosial dan kesehatan bagi masyarakat.

Kepala Pekon Rantau Tijang, Nurkholis, menjelaskan bahwa alokasi anggaran ketahanan pangan sebesar 20 persen difokuskan untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui BUMDes. Dua unit usaha yang dijalankan, yaitu budidaya ikan lele di lima kolam, satu kolam berukuran besar dan 4 kolam berukuran sedang dan untuk penanaman jagung. Total anggaran yang digelontorkan untuk program ini mencapai Rp 245 juta.
Selain itu, program BLT Dana Desa juga telah disalurkan kepada 20 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bantuan diberikan secara bertahap dari tahap 1 2 3 dan tahap 4.Januari hingga Desember tahun 2025 dengan total anggaran Rp 72 juta. Salah satu penerima, mengaku bantuan tersebut sangat membantu pemenuhan kebutuhan keluarganya selama setahun terakhir.

Di bidang infrastruktur, pemerintah pekon Rantau Tijang memusatkan pembangunan di Dusun 7 dan Dusun 8. Pekerjaan yang telah diselesaikan meliputi rabat beton sepanjang 180 meter senilai Rp 145.257.000, rabat beton lanjutan 384 meter senilai Rp 312.212.000, serta pembangunan gorong-gorong plat beton di Dusun 7 dengan anggaran Rp 13.754.600.
Dalam rangka memberdayakan masyarakat, Pekon Rante Tijang juga melaksanakan Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) berupa pembersihan jalan dengan melibatkan 250 Hari Orang Kerja (HOK). Kegiatan ini menghabiskan anggaran Rp 25 juta dan memberikan kesempatan kerja bagi warga setempat. Selain itu, satu unit bantuan bedah rumah berupa material diberikan kepada warga bernama Tugino di Dusun 7.
Pada bidang kesehatan dan sosial, pekon menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk 20 ibu hamil, 260 balita, 30 lansia, serta 4 anak penerima program stunting. Total anggaran untuk kegiatan ini mencapai Rp 56.160.000. Pemerintah pekon juga memberikan insentif kepada sejumlah pelayan masyarakat seperti guru ngaji, sopir ambulans, pembersih makam, RT/Linmas, dan tenaga kesehatan dengan anggaran sebesar Rp 72.600.000.
Sekretaris Pekon Ahmad Junaidi, didampingi Kaur Perencanaan Emalda Wiguna dan Kaur Keuangan Meda Susanti, menegaskan bahwa seluruh program dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Ia menambahkan bahwa transparansi pengelolaan anggaran merupakan komitmen utama pemerintah pekon demi meningkatkan kesejahteraan warga. Tutur aparatur pekon.
Salah satu warga Rantau Tijang Firamri mengucapkan. “Terima kasih kepada pemerintah pekon atas pembangunan infrastruktur, dukungan BUMDes, dan pelaksanaan PKTD. Program-program tersebut sangat membantu dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terutama rabat beton dan gorong-gorong, benar-benar memudahkan aktivitas kami sehari-hari dan meningkatkan kenyamanan dalam bertransportasi.
Kami juga berterima kasih atas dukungan pemerintah terhadap BUMDes yang terus mengembangkan usaha produktif seperti budidaya lele dan penanaman jagung. Program ini membuka peluang ekonomi baru dan dirasakan langsung manfaatnya oleh warga. Selain itu, pelaksanaan Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) sangat membantu kami dengan memberikan kesempatan kerja dan tambahan penghasilan. Kegiatan ini tidak hanya menyejahterakan masyarakat, tetapi juga membuat lingkungan pekon lebih bersih dan tertata, “tutur Firamri.
Jurnalis : Aden Wijaya